Rabu, 13 April 2011

Elektronika Dasar

RESISTOR

       Resistor adalah komponen dasar elektronika yang berfungsi membatasi atau menghambat arus listrik yang melewatinya dalam suatu rangkaian.Resistor mempunyai sifat resistif (menghambat)  biasnya terbuat dari bahan karbon.Dari hukum Ohm di jelaskan bahwa resistansi akan berbanding terbalik dengan jumlah arus yang melaluinya. Maka untuk menyatakan besarnya resistansi dari sebuah resistor dinyatakan dalam satuan Ohm yang dilambangkan dengan simbol Ω (Omega). Untuk menggambarkanya dalam suatu rangkaian dilambangkan dengan huruf R, karena huruf  ini merupakan standart internasional yang sudah disepakati bersama untuk melambangkan sebuah komponen resistor dalam sebuah rangkaian.



Fungsi dan kegunaan RESISTOR dalam rangkaian

  • Sebagai pembagi arus
  • Sebagai pembagi tegangan
  • Sebagai penurun tegangan
  • Sebagai penghambat arus listrik, dan lain-lain
Macam-macam RESISTOR

Berdasarkan dari bahan utama untuk membuat Resistor ini , maka Resistor di bagi menjadi beberapa bagian misal nya : resistor kawat, resistor arang,  resistor oksida logam, resistor film, resistor karbon, dan masih banyak lagi jenis yang ada.
Tapi jika kamu membeli Resistor di toko maka Resistor cuma di bagi menjadi 2 yaitu :
  • resistor tetap (fixed resistor) 
  • resistor tidak tetap (variable resistor)
Resistor tetap (Fixed resistor)   
Resistor tetap adalah resistor yang nilai hambatanya tidak dapat dirubah-rubah dan besarnya sudah ditentukan oleh pabrik yang membuatnya. Ciri fisik untuk mengenali resistor jenis ini adalah bahan pembuat resistor berada di tengah, dan pada kedua ujungnya terdapat conducting metal, kemasan seperti inilah yang dinamakan dengan axial. Ukuran fisik resistor tetap bermacam-macam yaitu tergantung besarnya daya yang dimilikinya. Misalnya resistor tetap dengan daya 2 watt akan mempunyai bentuk fisik yang jauh lebih besar dari pada resistor yang mempunyai daya 1/4 watt.


Pada gambar disamping ditunjukan beberapa contok bentuk fisik dari resistor tetap, dari yang paling kecil sampai yang paling besar sesuai dengan daya yang di milikinya. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, maka diciptakan sebuah teknologi baru yang disebut dengan SMD (Surface Mounted Device) yang membuat bentuk resistor tetap menjadi lebih kecil sehingga dalam prakteknya kita dapat membangun sebuah sistem yang mempunya ukuran sekecil mungkin.

Gambar di samping adalah merupakan bentuk fisik dari SMD resistor, bentuknya kotak dan berukuran sangat kecil yang cara pemasangannya adalah dengan menempel pada papan pcb. Resistor jenis ini juga memiliki nilai resistansi yang dituliskan pada body dengan menggunakan angka-angka seperti yang terlihat pada gambar.

Selain kemasan axial, terdapat pula kemasan lain yang disebut dengan (Single-In-Line) SIP resistor. Dimana didalam satu kemasan ini terdapat beberapa resistor yang disusun secara paralel dan mempunyai 1 pusat yang disebut dengan common. Cara pemasangannya biasanya berdiri sesuai dengan kaki-kaki yang ada, maka dengan resistor ini juga bisa menghemat ruang dalam penempatan pada papan pcb. Gambar di samping ini adalah bentuk fisik dari SIP Resistor yang memiliki 9 pin dan 5 pin. Namun di pasaran akan sangat banyak ditemukan SIP Resistor dengan jumlah pin yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhanya.

Jenis-Jenis Resistor Tetap 

- Precision Wirewound Resistor   
Merupakan tipe resistor yang mempunyai tingkat keakuratan sangat tinggi yaitu sampai 0,005% dan TCR (Temperature Coeffisient of Resistance) sangat rendah. Sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai aplikasi DC yang membutuhkan tingkat keakuratan sangat tinggi. Namun jangan menggunakan tipe ini untuk aplikasi rf (radio frequency) karena resistor jenis ini mempunyai Q resonant frequency yang rendah. Contoh aplikasi yang menggunakan resistor ini adalah DC Measuring equipment dan Reference Resistor untuk Voltage Regulators dan Decoding Network.


- NIST Standard Resistor
NIST (Nasional Institute Standard of Technology) merupakan tipe resistor dengan keakuratan paling tinggi yaitu 0,001%, TCR yang rendah dan sangat stabil dibandingkan dengan Precision Wirewound Resistor. Komponen ini biasanya digunakan sebagai setandar didalam verifikasi keakuratan dari suatu alat ukur resistive.
- Power Wirewound Resistor
Biasanya resistor ini digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan daya yang sangat besar. Resistor jenis ini dapat mengatasi daya yang sangat besar dibandingkan jenis lain. Karena panas yang ditimbulkan cuup besar, biasanya resistor ini dilapisi dengan bahan seperti ceramic tube, ceramic rods, anodized aluminium, fiberglass mandels, dll.

- Fuse Resistor
Resistor jenis ini selain berfungsi sebagai penghambat arus juga sebagai sekering. Resistor jenis ini didesain sedemikian rupa sehingga bila ada arus yang sangat besar melaluinya, maka hambatanya menjadi tak terhingga.

- Carbon Composition
Resistor jenis ini merupakan resistor yang paling banyak di jumpai dipasaran, dan sangat mudah untuk mendapatkannya. Resistor ini mempunyai koefisien temperatur dengan batas 1000 ppm / derajat celcius. Selain itu resistor ini juga memiliki koefisien tegangan, dimana nilai hambatannya akan berubah ketika diberi tegangan. Semakin besar tegangan yang melewatinya maka akan semakin besar pula perubahannya. Voltage Rating dari resistor karbon ditentukan berdasarkan fisik, nilai, dan dayanya. Dan dalam pemasangan resistor ini harus hati-hati karena bisa salah dapat menimbulkan noise dimana noise ini tergantung pada nilai dan besar ukuranya.

- Carbon Film Resistor
Resistor jenis ini mempunyai karakteristik yang hampir saman dengan  resistor carbon composition, tetapi noise, koefisien tegangan, koefisien temperatur nilainya lebih rendah. Carbon Film Resistor dibuat dengan memotong batangan keramik yang panjang kemudian dicampur dengan material karbon. Frekuensi respon resistor ini jauh lebih bagus di bandingkan dengan wirewound dan jauh lebih bagus lagi dengan carbon composition. Diman wirewound akan menjadi suatu induktansi ketika frekuensinya rendah dan akan menjadi kapasitansi apabila frekuensinya tinggi. Dan untuk carbon composition hanya menjadi kapasitansi apabila dilalui oleh frekuensi tinggi dan rendah.

- Metal Film Resistor
Metal film resistor merupakan pilihan terbaik dari jenis carbon composition dan carbon film. Karena resistor ini lebih akurat dan tidak mempunyai koefisien tegangan, noise, dan koefisien temperatur yang lebih rendah. Tetapi resistor ini tidak sebagus jenis precision wirewound. Bahan dasar pembuat resistor ini adalah metal dan keramik, bahan ini mirip dengan bahan untuk membuat carbon film resistor.

- Foil Resistor
Resistor ini mempunyai karakteristik yang sama dengan resistor film. Kelebihan utamanya adalah pada tingkat kestabilan yang tinggi, TCR paling kecil, dan frekuensi respon yang tinggi. Selain kelebihan terdapat pula kelemahan yaitu nilai resistansi maksimum dari resistor ini lebih kecil dari pada resistor film. Resistor ini biasanya dipakai dalam strain gauge, dimana nilai strain dapat diukur berdasarkan perbahan resistansinya.

- Power Film Resistor
Material yang digunakan untuk membuat resistor ini sama dengan jenis metal film dan carbon film. Namun dengan karakteristik daya yang tinggi. Power film resistor mempunyai nilai yang lebih tinggi dan frekuensi respon yang lebih baik dibandingkan power wirewound resistor, dan biasanya resistor ini mempunyai nilai toleransi yang cukup besar.

Resistor tidak tetap (Variable Resistor)

          Resistor tidak tetap adalah resistor yang mempunyai nilai resistansi yang dapat diubah2 sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Perubahannya dapat dilkaukan dengan cara memutar atau menggeser pengaturnya yang memang sudah disediakan, namun ada pula nilai perubahan resistansinya akan dipengaruhi oleh keadaan disekitarnya misalnya suhu, cahanya, suara, dll, sehingga dapat dijadikan sebagai sakelar otomatis.


1.2.1 Jenis-jenis resistor tidak tetap

Potensiometer
Potensiometer merupakan komponen pembagi tegangan yang nilai resistansinya dapat disetel sesuai dengan keinginan dengan cara memutar tungkai pengaturnya. Nilai resistansinya sendiri tertera pada bodi yang dituliskan dalam bentuk angka, sehingga akan memudahkan untuk mengetahui berapa besar nilainya tersebut. Penggunaan potensiometer biasanya adalah untuk pengaturan suara (tone control) Bass, Treable, Volume, dan lain-lain. 
Jenis-Jenis potensiometer : 
  • Potensiometer liniar  
  • Potensiometer linier mempunyap unsur resistif dengan penampang konstan, menghasilkan peranti dengan resistansi antara penyapu dengan salah satu terminal proporsional dengan jarak antara keduanya.. Potensiometer linier digunakan jika relasi proporsional diinginkan antara putaran sumbu dengan rasio pembagian dari potensiometer, misalnya pengendali yang digunakan untuk menyetel titik pusat layar osiloskop.
  • Potensiometer logaritmik  
  • Potensiometer logaritmik mempunyai unsur resistif yang semakin menyempit atau dibuat dari bahan yang memiliki resistivitas bervariasi. Ini memberikan peranti yang resistansinya merupakan fungsi logaritmik terhadap sudut poros potensiometer. Sebagian besar potensiometer log (terutama yang murah) sebenarnya tidak benar-benar logaritmik, tetapi menggunakan dua jalur resistif linier untuk meniru hukum logaritma. Potensiometer log juga dapat dibuat dengan menggunakan potensiometer linier dan resistor eksternal. Potensiometer yang benar-benar logaritmik relatif sangat mahal. Potensiometer logaritmik sering digunakan pada peranti audio, terutama sebagai pengendali volume.
  • Rheostat 
  •  Cara paling umum untuk mengubah-ubah resistansi dalam sebuah sirkuit adalah dengan menggunakan resistor tidak tetap atau rheostat. Sebuah rheostat adalah resistor tidak tetap dua terminal dan seringkali didesain untuk menangani arus dan tegangan yang tinggi. Biasanya rheostat dibuat dari kawat resistif yang dililitkan untuk membentuk koil toroid dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid, menyentuh koil dari satu lilitan ke lilitan selanjutnya. Potensiometer tiga terminal dapat digunakan sebagai resistor tidak tetap dua terminal dengan tidak menggunakan terminal ketiga. Seringkali terminal ketiga yang tidak digunakan disambungkan dengan terminal penyapu untuk mengurangi fluktuasi resistansi yang disebabkan oleh kotoran.
  • Potensiometer digital
  • Potensiometer digital adalah sebuah komponen elektronik yang meniru fungsi dari potensiometer analog untuk diterapkan pada isyarat digital.

Trimpot adalah kependekan dari tripotensiometer, bentuk fisiknya kecil dan memiliki nilai tahanan yang dapat di rubah-rubah namun dengan menggunakan alat bantu berupa obeng kecil, karena untuk merubah nilai resistansinya tidak bisa menggunakan tangan. Sebagai tahanan bahan resistansinya adalah menggunakan bahan karbon atau arang.
NTC dan PTC
NTC adalah singkatan dari Negative Temperature Coeficient. Sifat komponen ini resistif dimana nilai resistansinya akan menurun apabila temperatur disekelilingnya naik. Sedangkan PTC adalah singkatan dari Positive Temperature Coeficient, yang nilai resistansinya akan bertambah besar apabila termperatur disekelilingnya turun.. Komponen NTC dan PTC biasanya digunakan sebagai sensor dalam peralatan pengukur panas atau disebut juga termistor. Selain itu juga bisa digunakan sebagai sakelar otomatis yang cara kerjanya akan ditentukan oleh suhu disekitarnya.


LDR adalah singkatan dari Light Dependent Resistor, yaitu sebuah resistor yang nilai resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan cahaya yang diterimanya. Biasanya LDR digunakan untuk rangkain-rangkaian sakelar otomatis tertentu seperti lampu taman, lampu jalan, dll, dimana LDR akan bekerja secra otomatis sesuai dengan tingkat cahaya yang ada didepannya.

VDR adalah singkatan  dari Voltage Dependent Resistor, yaitu sebuah resistor tidak tetap yang nilai resistansinya akan berubah tergantung dari tegangan yang diterimanya. Sifat dari VDR adalah semakin besar tegangan yang diterima, maka nilai tahanannya akan semakin mengecil, sehingga arus yang melaluinya akan semakin besar. Dengan adanya sifat tersebut maka VDR akan sangat cocok digunakan sebagai stabilizer bagi komponen transistor.




Simbol Resistor dalam rangkaian :

 

Berikut daftar kode warna resistor :

Misal :

Resistor dengan gelang warna :

I. Coklat : 1
II. Hitam : 0
III. Merah : 00
IV. Perak : 10%

Jadi nilai resistor tersebut adalah 1000 Ohm atau 1 K Ohm dengan toleransi 10% artinya nilai aslinya bisa berkisar antara 900 Ohm – 1100 Ohm. Angka 900 didapat dari 1000 – (1000 x 10%) dan 1100 Ohm dari 1000 + (1000 x 10%).

GABUNGAN RESISTOR

Resistor Hubung Seri


Resistor yang dihubungkan seri nilai hambatannya adalah Rt = R1 + R2 + R ...
Misal : 1K Ohm + 1K Ohm = 2K Ohm




Resistor Hubung Paralel

Resistor yang dihubungkan paralel hasilnya adalah 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R .....
Misal : 1K Ohm diparalel dengan 1K Ohm hasilnya adalah 0,5 K Ohm.




Mengukur Resistor Dengan Multi Tester

1. Pastikan anda sudah melakukan zerro Ohm adj.
2. Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas ukur lebih tinggi atau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur).
3. Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor (bolak balik sama saja)
4. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.





Kesimpulan Hasil Pengukuran
1. Jarum menunjuk angka sesuai dengan ukuran aslinya : resistor baik
2. Jarum menunjuk angka lebih besar / kecil dari ukuran aslinya : resistor rusak
3. Jarum tidak bergerak sama sekali : resistor putus
4. Jarum menunjuk angka nol : resistor short

Dasar - Dasar Mengukur / Mengecek komponen Elektronika



 MENGUKUR RESISTENSI

 

 

 Pilih jangkah pada OHM, kemudian ujung kabel penyidik merah dan hitam disentuhkan dan lakukan zero seting dengan memutar tombol nol.

 

MENGUKUR TEGANGAN DC

 

 Perkirakan tegangan yang akan diukur, letakkan jangkah pada skala yang lebih tinggi. penyidik merah pada positif dan hitam pada negative.

MENGUKUR DAYA

Daya di hitung dari perkalian arus dan tegangan dari hasil pengukuran arus dan tegangan.

MENGUKUR TEGANGAN AC

Seperti halnya pada pengukuran VDC, perkirakan tegangan yang akan diukur, letakkan jangkah pada skala yang lebih tinggi. Pada umumnya avometer hanya dapat mengukur arus berbentuk sinus dengan frekuensi antara 30 Hz  - 30 KHz. Hasil pengukuran adalah tegangan efektif (Veff).

MENGUKUR ARUS (SEARAH)

 

Rangkaian yang akan diukur diputuskan pada salah satu titik, dan melalui kedua titik yang terputus tadi arus dilewatkan melalui avometer.

MENGUJI KAPASITOR / KONDENSATOR

Sebelumnya muatan kondensator didischarge. Dengan jangkah pada OHM, tempelkan penyidik merah pada kutub POS dan hitam pada MIN.

Bila jarum menyimpang ke KANAN dan kemudian secara berangsur- angsur kembali ke KIRI, berarti kondensator baik. Bila jarum tidak bergerak, kondensator putus dan bila jarum mentok ke kanan dan tidak balik, kemungkinan kondensator bocor.
Untuk menguji elco 10 F jangkah pada x10 k atau 1 k. Untuk kapasitas sampai 100 F jangkah pada x100, di atas 1000 F, jangkah x1 dan menguji kondensator non elektrolit jangkah pada x10 k. Menguji Hubungan Pada Circuit / Rangkaian
Suatu circuit atau bisa juga kumparan trafo diperiksa resistansinya, dan koneksi baik bila resistansinya menunjukkan angka NOL.

MENGUJI DIODA

 

Dengan jangkah OHM x1 k atau x100 penyidik merah ditempel pada katoda (ada tanda gelang) dan hitam pada anoda, jarum harus ke kanan. Penyidik dibalik ialah merah ke anoda dan hitam ke katoda, jarum harus tidak bergerak. Bila tidak demikian berarti kemungkinan diode rusak.
Cara demikian juga dapat digunakan untuk mengetahui mana anoda dan mana katoda dari suatu diode yang gelangnya terhapus.

Dengan jangkah VDC, bahan suatu dioda dapat juga diperkirakan dengan circuit pada gambar 10. Bila tegangan katoda  anoda 0.2 V, maka kemungkinan dioda germanium, dan bila 0.6V kemungkinan dioda silicon.

MENGUJI TRANSISTOR

Transistor ekivalen dengan dua buah dioda yang digabung, sehingga prinsip pengujian dioda diterapkan pada pengujian transistor. Untuk transistor jenis NPN, pengujian dengan jangkah pada x100, penyidik hitam ditempel pada Basis dan merah pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum harus ke kanan lagi.

Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus tidak menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang.
Selanjutnya dengan jangkah pada 1 k penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah, pada emitor, jarum harus sedikit menyimpang ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak menyimpang. Bila salah satu peristiwa tersebut tidak terjadi, maka kemungkinan transistor rusak.
Untuk transitor jenis PNP, pengujian dilakukan dengan penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Demikian pula bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum arus menyimpang ke kanan lagi. Selanjutnya analog dengan pangujian NPN.


Kita dapat menggunakan cara tersebut untuk mengetahui mana Basis, mana Kolektor dan mana Emitor suatu transistor dan juga apakah jenis transistor PNP atau NPN. Beberapa jenis multimeter dilengkapi pula fasilitas pengukur hFE, ialah salah parameter penting suatu transistor.
Dengan circuit seperti pada gambar, dapat diperkirakan bahan transistor. Pengujian cukup dilakukan antara Basis dan Emitor, bila voltage 0.2 V germanium dan bila 0.6 V maka kemungkinan silicon.

MENGUJI FET

Penentuan jenis FET dilakukan dengan jangkah pada x100 penyidik hitam pada Source dan merah pada Gate. Bila jarum menyimpang, maka janis FET adalah kanal P dan bila tidak, FET adalah kanal  N.
Kerusakan FET dapat diamati dengan rangkaian pada gambar. Jangkah diletakkan pada x1k atau x10k, potensio pada minimum, resistansi harus kecil. Bila potensio diputar ke kanan, resistansi harus tak terhingga. Bila peristiwa ini tidak terjadi, maka kemungkinan FET rusak.

MENGUJI UJT

 

Cara kerja UJT (Uni Junktion Transistor) adalah seperti switch, UJT kalau masih bisa on  off berarti masih baik.
Jangkah pada 10 VDC dan potensio pada minimum, tegangan harus kecil. Setelah potensio diputar pelan -pelan jarum naik sampai posisi tertentu dan kalau diputar terus jarum tetap disitu. Bila jarum diputar pelan- pelan ke arah minimum lagi, pada suatu posisi tertentu tiba- tiba jarum bergerak ke kiri dan bila putaran potensio diteruskan sampai minimum jarum tetap disitu. Bila peristiwa tersebut terjadi, maka UJT masih baik.

Senin, 11 April 2011

Apa itu UBUNTU?

1. Pengenalan (Apa itu Ubuntu ?)
Pasti banyak orang bertanya apa sih ubuntu itu, dan pasti banyak pertanyaan aneh tentang ubuntu kalo kita menjelaskan setengah2 maka bakal ada salah paham seperti dialog di bawah ini
x : “Aku mau migrasi ke linux nih karena aku dah bosan dengan Windows yg itu karena sering banyak virus,spyware dl, apa lagi saya harus beli software license yg mahal”
y : “saya sarankan coba pake UBUNTU, sekali coba pasti ketagihan”
x : ” HAH UBUNTU, apa tuh ???? , USUS BUNTU ya …..!!!”
y : ” GBRAK….!!!!!“
2. Sejarah Linux
Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian dan memiliki interface desktop. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth).
http://media.arstechnica.com/news.media/mark_keynote.png
Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”. Ubuntu juga bisa berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.
3. Mengapa harus Ubuntu?
Ubuntu adalah [sistem operasi] lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu:
* bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya
* bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan
* bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.

tambahan
Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”. Ubuntu juga bisa berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.
kelebihan ubuntu :
- bebas virus ; untuk saat ini virus lebih senang menyerang OS dari MS yg ber ext .exe untuk ubuntu sudah beda jadi virus dari os tetangga tidak akan berjalan di os linux.
- 3D Interface : efeck 3D kita sering jumpai di OS tetannga seperti aero memerlukan spek komputer yg tinggi tetapi ubuntu dengan spek komputer yg tidak terlalu tinggi sudah bisa 3D
- Kompatibilas : Ubuntu kompatibel dengan hampir semua perangkat keras terbaru, dari mulai usb modem, wifi dan perangkat lain just plug n play
- Kemudahan Migrasi
- free alias gratis : tinggal download dari situs ubuntu dapat download.
- user friendly : untuk orang awam sekalipun bisa memakai ubuntu.
kekurangan ubuntu :
- Koneksi Internet : untuk update dan install ubuntu memerlukan koneksi internet sedangkan di indonesia tau sendiri internet mahal
- terbatasnya pengetahuan tentang linux baik dari formal atau non formal : karena indonesia kurikulum pendidikan masih lebih banyak OS dari MS, biasanya kita belajar dari internet atau dari forum untuk mengetahui apa sih linux itu.
untuk fitur apa saja yg ada di ubuntu :
- untuk multimedia kita bisa mainkan mp3 dengan Rythmbox Music Player, memainkan dvd film di movie player , pitivi editor untuk mengedit film
- untuk jejaring sosial bisa memakain im messeger seperti ym, msn, jabber, gtalk dengan pidgin dan emphaty , untuk j ejaring sosial seperti facebook. tweeter dll dengan Gwibber microblogging.
- email dengan evolution, thunderbird
- browser dengan firefox, opera
- untuk efect 3d bisa menggunakan compiz dan emerald.
- untuk wifi sudah dilengkapi

Anda Ragu Pakai Linux? Coba Dulu Distro Live CD!

Kenapa banyak orang enggan memakai Linux? Banyak sekali penyebabnya. Ada yang beralasan kalau Linux itu sulit, terlalu banyak perintah berbasis teks, tampilan GUI-nya kurang menarik, dan masih banyak lagi alasan lain yang kadang-kadang nggak masuk akal.
Percaya deh, jika Anda sudah mengenal Linux, pasti akan tergila-gila dengan Linux. Selain gratis, Linux itu mempunyai banyak sekali potensi tersembunyi yang bisa kita eksplorasi lebih jauh. Kalau nggak, ngapain Google bela-belain pakai Linux di produk Android-nya.
Nah, buat yang masih ragu dan belum yakin seperti apa sih kemampuan Linux itu ada cara aman untuk mencobanya, yaitu dengan distro Linux Live CD.
Distro Live CD ini tidak perlu diinstall di komputer. Cukup masukkan CD yang berisi distro tersebut di drive CD ROM, lalu restart komputer. Dengan demikian Anda tidak perlu khawatir seandainya sistem operasi lain yang sudah ada di komputer akan hilang.
Anda tertarik untuk mencobanya? Ada beberapa distro yang layak Anda coba, yaitu antara lain:

Linux untuk Perubahan


Linux merupakan salah satu sistem operasi komputer yang berbasis UNIX. Linux merupakan kependekkan dari less in minix. Linux merupakan salah satu operasi sistem yang bebas, penggunanya tidak perlu kuatir dengan isu HAKI.
Perlu diketahui, linux ini memiliki banyak sekali jenisnya atau dikenal dengan distro. Masing-masing distro memiliki ciri khas masing-masing. Distro-distro ini berdiri sendiri-sendiri dengan tetap mengusung bendera linux.
Pengoperasian sistem operasi ini tidaklah sesulit dahulu, berbagai pengembangan dilakukan untuk mempermudah orang awam untuk beralih dari Microsoft Windows. Salah satu distro yang paling dipermudah (user friendly) adalah mandriva. Distro ini mempunyai misi untuk memudahkan para pengguna linux.
Sistem operasi Windows, yang sangat popular di negara ini, merupakan sistem operasi tertutup. Sehingga setiap orang yang menggunakan sistem operasi ini harus memiliki tingkat ekonomi yang cukup untuk membeli produk ini. Rata-rata di negara ini menggunakan windows bajakan, karena mahalnya harga sistem operasi ini.
Jika kita renungkan kembali, penggunaan windows bajakan tiada lain merupakan penggunaan produk curian, sehingga disadari atau tidak pengguna sistem operasi Windows bajakan telah berdosa kepada yang empunya sistem operasi ini. Namun, kebutuhan sistem operasi ini dan tingkat perekonomian masyarakat yang menengah ke bawah tidak memungkinkan untuk memiliki sistem operasi ini secara sah.
Untuk itulah, mari kita kurangi sedikit demi sedikit ketergantungan kepada sistem operasi Windows bajakan dengan menggunakan sistem operasi yang bebas, yaitu linux. Walau demikian masih diperlukan waktu yang cukup lama untuk membiasakan diri dengan sistem operasi ini. Pengguna komputer dapat memilih distro mana yang paling sesuai dengan anda (pengguna komputer).
Banyak sekali distro linux ini, semuanya memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing. Diantaranya adalah Mandriva, Ubuntu beserta variannya seperti Kubuntu, Edubuntu, mint, dan sebagainya, Blank On, IGOS, Redhat, Open Suse, Knoppix, Fedora, Debian, dan lain sebagainya.
Setiap distro yang diinstall, di dalamnya sudah terdapat program-program standar yang diperlukan, seperti office, drawing, pemutar musik dan program-program standar lain yang anda install di Windows anda. Selain itu, anda tidak perlu khawatir dengan penyebaran virus di sistem operasi ini.
Jika kita tak mampu membeli Windows atau Machintos yang asli, tidak ada salahnya mencoba sistem operasi ini, di samping mengurangi dosa kepada yang empunya sistem operasi Windows atau Machintos.

Saatnya Beralih ke LINUX

Apa itu Linux?

Linux adalah Unix clone, kernel nya ditulis oleh Linus Torvalds dan dikembangkan dengan bantuan programer dan hackers dari seluruh dunia. Selengkapnya bisa dibaca di situs milik rekan saya ini http://sby.centrin.net.id/~inu/
Linux memiliki semua feature yang dimiliki oleh Unix, termasuk multitasking, virtual memory, shared libraries, demand loading, shared copy-on-write exexutables, proper memory managementdan TCP/IP networking.
Dengan feature sekelas 'real operating system' tersebut tidak membuat Linux menjadi mahal harganya, justru Linux dapat diperoleh secara gratis. Kalaupun ada sedikit charge itu hanya sebagai ongkos distribusi atau pembelian cd belaka.
Linux di distribusikan dibawah GNU General Public License yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang hak ciptanya tetapi orang lain dimungkinkan menyebarkan, memodifikasi atau bahkan menjual kembali program tersebut tapi dengan syarat source code asli harus tetap disertakan dalam distribusinya.

Hardware yang dibutuhkan

Linux pertama kali dikembangkan untuk PC berbasis 386/486 dan kemudian dikembangkan juga untuk mesin-mesin lain. Hingga saat ini Linux juga berjalan di mesin-mesin DEC Alpha, SUN Sparcs, M68000 (seperti Atari dan Amiga), MIPS serta PowerPC.
Linux bisa berjalan hanya dengan 150MB spasi hard disk, 2 MB RAM tapi secara realistis tentunya dibutuhkan ruang lagi untuk development tools, data dan sebagainya maka dibutuhkan sekitar 250MB spasi hard disk dan 12-16MB RAM. Kebutuhannya akan meningkat bila kelak dipasang Xwindow dsb.
Sebagai sistem operasi modern Linux mendukung banyak sekali hardware yang beredar di pasaran tapi beberapa memang tidak didukung karena masalah teknis atau sekelompok sukarelawan sedang sedang mengusahakan driver-nya. Untuk mengecek hardware apa saja yang bisa berjalan di bawah Linux silakan lihat hardware compability di http://www.redhat.com

Senin, 06 Desember 2010

KOMPETENSI KEAHLIAN: TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI

PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TEKNIK ELEKTRONIKA

KOMPETENSI KEAHLIAN: TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI


A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
  1. Menerapkan dasar-dasar kelistrikan 
    • Menjelaskan arus, tegangan, dan tahanan listrik
    • Menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif, kapasitif, dan induktif pada rangkaian DC
    • Menjelaskan prinsip-prinsip kemagnetan listrik
    • Menjelaskan konsep rangkaian listrik
    • Menggunakan hukum-hukum rangkaian listrik arus searah
    • Menggunakan hukum-hukum rangkaian listrik arus bolak-balik
  2. Menerapkan dasar-dasar elektronika
    • Mengidentifikasi komponen elektronika pasif, aktif, dan elektronika optik
    • Menjelaskan sifat-sifat komponen elektronika pasif dan aktif
    • Menjelaskan konsep rangkaian elektronika
  3. Menerapkan dasar-dasar teknik digital 
    • Menjelaskan sistem bilangan
    • Menjelaskan operasi logika
    • Menjelaskan prinsip register
  4. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
    • Mendeskripsikan keselamtan dan kesehatan kerja (K3)
    • Menerapkan keselamatan kerja berdasarkan OSHA (Occupational Safety and Healtg Administration)
    • Mengidentifikasi gejala kejutan listrik (electric shock)
    • Mendemonstrasikan penggunaan fasilitas peralatan keselamatan kerja
    • Mengoperasikan alat dan perlengkapan pemadam kebakaran
    • Mengidentifikasi bahan kimia Polychlorinated Biphenyls (PCBs)
B. KOMPETENSI KEJURUAN
  1. Mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian elektronika
    • Mengoperasikan multimeter analog dan digital
    • Mengoperasikan CRO, frekuensi counter
    • Mengoperasikan peralatan ukur berbasis PC
    • Menjelaskan konsep sistem instrumentasi dalam elektronika industri
    • Menerapkan
  2. Menerapkan konsep elektronika digital dan rangkaian elektronika komputer 
    • Menjelaskan prinsip dasar logika dan aljabar boole dalam elektronika digital
    • Menjelaskan konsep sekuensial dan kombinasi elektronika digital
    • Menerapkan prinsip dasar logika dan aljabar boole dalam rangkaian elektronika digital
    • Menjelaskan prinsip dasar rangkaian elektronika digital dalam operasi sistem interface komputer
  3. Menerapkan sistem mikroprosesor
    • Menjelaskan perkembangan teknologi mikroprosesor
    • Menjelaskan sistem mikroprosesor
    • Mengoperasikan sistem mikroprosesor
  4. Menerapkan sistem mikrokontroler 
    • Menjelaskan sistem mikrokontroler
    • Menjelaskan pekembangan teknologi mikrokontroler
    • Membuat program sistem mikrokontroler sederhana
  5. Mengoperasikan sistem operasi komputer 
    • Mendeskripsikan sistem operasi komputer
    • Menerapkan prosedur pengoperasian komputer
    • Menginstal software sistem operasi komputer, software aplikasi, CAD (Computer Aided Design), anti virus, dan pemrograman ke komputer
  6. Mengoperasikan software aplikasi program dan gambar 
    • Melaksanakan persiapan pengoperasian perangkat lunak
    • Mengoperasikan komputer (membuat file baru, membuka file yang sudah ada, mengedit, menyimpan)
  7. Menggambar teknik elektronika menggunakan komputer 
    • Menjelaskan simbol-simbol perangkat dan peralatan instrumentasi elektronika dan sistem kendali
    • Menerapkan prosedur menggambar teknik elektronika
    • Menentukan software aplikasi gambar teknik
    • Menggunakan komputer untuk membuat gambar teknik
    • Menyimpan hasil gambar dalam bentuk dokumentasi file gambar
    • Membaca kembali dokumentasi file gambar untuk diedit dan dicetak
  8. Mengoperasikan rangkaian elektronika terapan 
    • Menjelaskan konsep dasar sensor dalam elektronika industri
    • Menjelaskan konsep dasar transduser dalam elektronika industri
    • Menerapkan konsep sensor dan transduser dalam sistem pengendali pada kontrol elektronika industri
    • Menerapkan konsep sensor dan transduser dalam pengukuran dan monitoring sistem kendali proses aliran
    • Menjelaskan konsep rangkaian dasar penguat operasional, penguat instrumentasi, filter dan pengolah sinyal
    • Menjelaskan sistem audio video
    • Menerapkan sistem audio video
  9. Mengoperasikan power supply elektronika industri 
    • Menjelaskan konsep dasar power supply teregulasi dan switching
    • Menerapkan pembatas arus dan tegangan pada power supply
    • Menjelaskan konsep penggerak elektronika industri (aktuator)
    • Menerapkan konsep penggerak elektronik relay, DC - DC converter, AC - DC converter, DC - AC converter dalam sistem pengendali proses
    • Menjelaskan konsep dasar penggerak media udara (pneumatic)
    • Menjelaskan konsep dasar penggerak media fluida (hidrolik)
    • Menerapkan konsep penggerak media udara dan media fluida dalam sistem pengendali proses
  10. Memahami komunikasi data sinyal digital antar peralatan elektronika
    • Menjelaskan konsep komunikasi data, peran dan fungsi DTE - DCE
    • Menjelaskan konsep komunikasi data dalam Control Area Network (CAN) Bus dan jaringan LAN
    • Menerapkan konsep dasar sistem komunikasi data sinyal digital melalui media kabel, fiber, dan frekuensi radio
  11. Merakit perangkat keras komputer
    • Menjelaskan prosedur perakitan komputer
    • Mempersiapkan pelaksanaan perakitan komputer
    • Melaksanakan perakitan perangkat keras komputer
    • Menguji perangkat keras komputer
  12. Memprogram peralatan sistem pengendali eletronik yang berkaitan akses I/O berbantuan mikroprosesor dan mikrokontroler
    • Menjelaskan prosedur penyusunan algoritma pemrograman
    • Mengidentifikasi arsitektur mikroprosesor dan mikrokontroler
    • Menjelaskan instruksi, bahasa asembler dan sistem interupsi pada sistem mikroprosesor dan mikrokontroler
    • Memprogram sistem mikroprosesor dan mikrokontroler
    • Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik berkaitan akses I/O berbantuan mikroprosesor dan mikrokontroler
    • Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik berkaitan akses I/O berbantuan mikroprosespr dan mikrokontroler
    • Membuat dokumentasi hasil pemrograman peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan dengan I/O bantuan mikroprosesor dan mikrokontroler
  13. Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan dengan I/O berbantuan PLC dan komputer 
    • Mendeskripsikan ladder diagram pada pemrograman PLC
    • Memprogram PLC dengan menggunakan console dan komputer
    • Menggunakan bahasa pemrograman yang dapat berinteraksi dengan I/O pada sistem komputer
    • Menginstalasi sistem pengendali elektronik berbantuan PLC dan komputer dengan sensor, transduser, dan penggerak (aktuator)
    • Menguji kerja sistem pengendali elektronik berbantuan PLC dan komputer dengan sensor, transduser, dan penggerak (aktuator)
    • Membuat dokumentasi hasil pemrograman peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan dengan I/O bantuan PLC dan komputer
  14. Mengerjakan dasar-dasar pekerjaan bengkel elektronika
    • Menerapkan prosedur pekerjaan bengkel elektronika
    • Mempersiapkan pelaksanaan perakitan komponen
    • Melaksanakan perakitan komponen elektronika
    • Menguji hasil perakitan
  15. Melaksanakan pemeliharaan elektronika sistem pengendali elektronika
    • Membuat jadwal pemeliharaan peralatan elektronik secara menyeluruh
    • Membaca data pemeliharaan peralatan elektronik dan sistem pengendali elektronika
    • Merencanakan pelaksanaan pengujian peralatan elektronik pada sistem pengendali elektronik
    • Melaksanakan pengujian peralatan elektronik pada sistem pengendali elektronik secara menyeluruh
  16. Merakit peralatan dan perangkat elektronik sistem pengendali elektronika
    • Menjelaskan cara perakitan peralatan dan perangkat elektronik sistem pengendali elektronika
    • Mengidentifikasi kondisi setiap bagian peralatan dan perangkat elektronik sistem pengendali elektronika
    • Melaksanakan perakitan peralatan dan perangkat elektronik sistem pengendali elektronika
    • Melaksanakan setup pada sistem pengendali elektronika
    • Mengoperasikan hasil rakitan peralatan elektronik sistem pengendali elektronika
  17. Melaksanakan pemeliharaan peralatan elektronik sistem otomasi elektronika
    • Membuat jadwal pemeliharaan peralatan elektronik secara menyeluruh
    • Membaca data pemeliharaan peralatan elektronik
    • Menjelaskan cara pengujian peralatan elektronik secara menyeluruh
    • Melaksanakan pengujian peralatan elektronik
    • Memperbaiki rangkaian elektronik pada sistem pengendali elektronik
    • Mengganti komponen dalam rangkaian elektronika
  18. Merakit peralatan dan perangkat elektronik sistem otomasi elektronika
    • Menjelaskan prosedur perakitan peralatan dan perangkat elektronik sistem otomasi elektronika
    • Mengidentifikasi dan memeriksa kondisi peraltan dan perangkat elektronik sistem otomasi elektronika
    • Melaksanakan perakitan peralatan dan perangkat elektronik sistem otomasi elektronik

Jumat, 12 November 2010

Aplikasi Digital

Pengertian Mekatronika
Mekatronika (Jerman: Mechatronik; Inggris: Mechatronic) berasal dari kata mekanika, elektronika dan informatika.
Bagan Mekatronika:Diagram sedehana pembentukan ilmu mekatronika. Terdiri atas dua lapisan fisika dan logika. dan tiga dasar ilmu utama elektronika, informatika dan mekanika..
Dengan melihat asal katanya dapat dengan mudah dipahami, bahwa ilmu ini menggabungkan atau mensinergikan disiplin ilmu Mekanika, ilmu Elektronika dan Informatika
Istilah Mechatronik (Mechanical Engineering-Electronic Engineering) pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 oleh perusahaan jepang Yaskawa Electric Cooperation. Awalnya berkembang dalam bidang Feinwerktechnik, yaitu cabang dari teknik yang mengedepankan aspek ketelitian. Misalnya pada pembuatan jam, alat optik dan sebagainya. Lalu ditambahkan setelah munculnya Informatik sebagai disiplin ilmu baru.
Hingga saat ini dipandang sebagai hubungan antara ilmu Mekanik, Elektronik dan Informatik. Dalam masa yang akan datang, aplikasi mekatronika akan digunakan hampir disemua bidang, seperti Otomotif, Pemutar CD, Stasiun luar angkasa atau pada fasilitas produksi.
Batas formal antara berbagai disiplin ilmu rekayasa (engineering) saat ini semakin kabur seiring dengan perkembangan teknologi IC (Integrated Circuit = rangkaian elektronika terpadu) dan komputer. Hal ini terutama terlihat jelas pada bidang mekanik dan elektronik yaitu semakin banyak produk yang merupakan integrasi dari kedua bidang tersebut, sehingga berkembang suatu bidang yang disebut mekatronika, yang merupakan perluasan cakupan dari bidang elektromekanik.
Istilah “mekatronika” pada awalnya diperkenalkan di Jepang oleh Yaskawa Electronic Corp. pada awal 1970-an yang kemudian dikenal luas hingga Eropa dan Amerika Serikat. Istilah ini merupakan gabungan dari kata “mechanical” atau “mechanism” dengan “electronics”. Terdapat banyak definisi yang dapat menerangkan definisi mekatronika. Beberapa definisi dari yang diambil dari berbagai sumber di antaranya
“Integration of microprocessor control system, electrical systems and mechanical system” (Bolton, Mechatronics)
“The synergistic combination of precision mechanical engineering, electronic control and systems thinking in the design of products and manufacturing processes” (Journal of Mechatronics)
“the synergistic use of precision engineering, control theory, computer science, and sensor and actuator technology to design improved products and processes“ (ME Magazine)
“The interdisciplinary field of engineering dealing with the design of products whose function relies on the synergistic integration of mechanical and electronic components coordinated by a control architecture.“ (Alciatore, D.G. and Histand, M.B.)
Dari berbagai pengertian di atas maka dicoba disusun pengertian dari mekatronika yaitu integrasi dari sistem mekanik dan elektronik yang dikendalikan dengan komputer dan dimanfaatkan pada produk maupun proses produksi. Saat ini mekatronika sudah dianggap sebagai suatu bidang tersendiri, meskipun tidak terlepas hubungannya dari berbagai lainnya. Gambar 1 1 menunjukkan cakupan dari bidang mekatronika beserta bidang-bidang yang memanfaatkan perkembangan bidang mekatronika.
Mekatronika_1
Gambar 1 1 Ilustrasi sistem mekatronika sebagai perpotongan dari sistem mekanik, elektronik, kontrol, dan komputer
(Sumber gambar : Alciatore & Hisdtand, 2003)
Saat ini pengendalian sistem mekanik hampir seluruhnya dilakukan menggunakan sistem kendali elektronik dan sebagian besar di antaranya menggunakan komputer. Contohnya adalah mesin mobil. Dahulu sistem pembakaran yang terjadi pada silinder dikendalikan sepenuhnya secara mekanis. Banyaknya bahan bakar dan udara diatur langsung dari pedal lewat perantaraan kabel dengan perbandingan yang telah disetel sebelumnya. Katup terbuka dan tertutup diatur secara mekanik menggunakan camshaft tergantung posisi piston.
Saat ini banyak sekali sensor yang terlibat pada sistem pembakaran mobil yaitu di antaranya sensor kecepatan dan posisi poros engkol, sensor temperatur udara dan bahan bakar, dan sensor pada pedal gas. Kesemua informasi dari sensor tersebut diolah oleh sistem pengendali berupa komputer yang disebut Engine Control Unit untuk digunakan mengatur waktu dan besarnya bukaan katup serta perbandingan bahan bakar – udara yang dapat disesuaikan dengan kondisi mesin ataupun pengendara.
Pada mobil juga terdapat berbagai sistem lain yang saat ini menerapkan sistem mekatronika, yaitu sistem transmisi automatis, sistem suspensi aktif, sistem anti-lock braking system (ABS), sistem pengkondisi udara, serta display kecepatan, putaran mesin dan level bahan bakar.
Selain pada kendaraan bermotor, mekatronika juga diterapkan pada berbagai hal antara lain
  • perancangan sensor/transduser
  • peralatan rumah tangga dan perkantoran : mesin cuci, mesin isap debu, timbangan digital, microwave, remote control, pembuat kopi, sistem HVAC, kamera, mesin foto kopi dan masih banyak lagi
  • berbagai peranti pada komputer : mouse, printer, disk drive, CD ROM drive, keyboard
  • dunia penerbangan : pengendalian pesawat terbang secara Fly By Wire (FBW)
  • peralatan medis dan laboratorium
  • bidang industri : monitoring dan kendali berbagai peralatan industri
  • bidang robotika
Komponen utama pada suatu sistem mekatronika adalah sensor, aktuator, dan kontroler. Sensor digunakan untuk mendeteksi variabel pada sistem. Aktuator berfungsi untuk memberikan aksi pada sistem yang dikendalikan. Kontroler/pengendali digital dapat diibaratkan otak pada manusia untuk memproses data dari sensor untuk kemudian memberi perintah pada aktuator.

1. Penerapan Mekatronika
A. Program Mikrokontroler AVR Untuk Sensor SRF04 Menggunakan CVAVR
SRF04 adalah sensor non-kontak pengukur jarak menggunakan ultrasonik. Prinsip kerja sensor ini adalah transmitter mengirimkan seberkas gelombang ultrasonik, lalu diukur waktu yang dibutuhkan hingga datangnya pantulan dari obyek. Lamanya waktu ini sebanding dengan dua kali jarak sensor dengan obyek, sehingga jarak sensor dengan obyek dapat ditentukan persamaan
jarak = kecepatan_suara × waktu_pantul/2
SRF04 dapat mengukur jarak dalam rentang antara 3 cm – 3 m dengan output panjang pulsa yang sebanding dengan jarak obyek. Sensor ini hanya memerlukan 2 pin I/O untuk berkomunikasi dengan mikrokontroler, yaitu TRIGGER dan ECHO. Untuk mengaktifkan SRF04 mikrokontroler mengirimkan pulsa positif melalui pin TRIGGER minimal 10 us, selanjutnya SRF04 akan mengirimkan pulsa positif melalui pin ECHO selama 100 us hingga 18 ms, yang sebanding dengan jarak obyek.

Dibandingkan dengan sensor ultrasonik lain, seperti PING, SRF04 mempunyai kemampuan yang setara, yaitu rentang pengukuran antara 3 cm – 3 m, dan output yang sama, yaitu panjang pulsa. Meski cara pengoperasiannya juga mirip, namun kedua sensor tersebut berbeda jumlah pin I/O-nya, yaitu 2 untuk SRF04 dan 1 untuk PING. Jika boleh memilih di antara keduanya, penulis cenderung untuk memilih PING dengan pertimbangan harga dan juga adanya lampu indikator yang menunjukkan kondisi PING sedang aktif, selain juga jumlah pin I/O yang lebih sedikit.
Selain SRF04 Devantech juga mengeluarkan beberapa macam sensor ultrasonik lain. Tidak seperti kebanyakan saudaranya yang mempunyai 2 transduser ultrasonik sebagai transmitter dan receiver, SRF02 hanya mempunyai 1 transduser ultrasonik yang berfungsi sekaligus sebagai transduser dan receiver dengan output I2C dan serial UART. SRF05 mirip dengan SRF04, hanya jangkauan maksimumnya 4 m dan terdapat 2 mode operasi menggunakan 1 atau 2 pin I/O. SRF08 mampu mengukur jarak dalam rentang 3 cm – 6 m dengan antarmuka I2C.
Inti program yang dibuat adalah fungsi baca_srf04 yang disesuaikan dengan timing diagram dari datasheet.

B. Sensor Robot
Sensor adalah peranti yang menerima input berupa suatu besaran/sinyal fisik yang kemudian mengubahnya menjadi besaran/sinyal lain yang diteruskan ke kontroler. Terdapat banyak jenis sensor yang digunakan pada robot. Bahasan ini akan meliputi beberapa jenis sensor yang digunakan terutama pada mobile robot dan lebih dititikberatkan pada antarmuka dengan kontroler.

Sensor dapat diklasifikasikan berdasarkan outputnya, yaitu :
  • Output biner : berupa 0 (0 V) atau 1 (5 V).
  • Output analog : misal 0 V hingga 5 V.
  • Output pewaktu : misal PWM, waktu RC, waktu pantul
  • Output serial : misal UART (RS232), I2C, SPI, 1 wire, 2 wire, serial sinkron
  • Output paralel
Sensor juga dapat diklasifikasikan berdasarkan aplikasinya seperti terlihat pada Tabel 0-1.

Tabel 0 1

Lokal
Global
Internal
Pasif : sensor batere, temperatur, enkoder poros, akselerometer, giroskop, inklinometer, kompas
Aktif

Eksternal
Pasif : kamera on-board

Aktif : sensor sonar, inframerah, pemindai laser
Pasif : kamera overhead, satelit GPS
Aktif : sonar GPS

Besaran fisik yang diindra oleh sensor bisa berasal dari lingkungan di luar robot (sensor eksternal) ataupun keadaan dari robot itu sendiri (sensor internal). Sensor internal biasanya digunakan untuk memonitor posisi dan/atau kecepatan serta torsi pada sendi robot.
Dari sisi robot sensor dibedakan menjadi
  • Sensor lokal (on-board) : yang terpasang pada robot
  • Sensor global : yang terpasang di lingkungan yang mengirimkan data ke robot
Selain kedua hal di atas, sensor juga dibedakan menjadi :
  • sensor pasif : yang memonitor lingkungan tanpa mengganggunya
  • sensor aktif : yang memberikan stimulasi ke lingkungan dalam pengukurannya.
b.1. Sensor Sentuh (Tactile Sensor)
Banyak robot yang memerlukan sensor sentuh sebagai kelengkapannya. Penggunaan sensor sentuh misalnya untuk mendeteksi keberadaan suatu obyek pada tangan robot dan mencegah tabrakan antara robot dengan suatu obyek. Di industri sensor jenis ini digunakan untuk menghitung produk yang dihasilkan dan juga untuk menyesuaikan orientasi suatu obyek selain juga dapat menggunakan sensor proksimiti.

Sensor sentuh pada dasarnya adalah saklar dengan berbagai macam variasi bentuknya. Rangkaian sensor sentuh pada umumnya menggunakan resistor pull-up ataupun pull-down seperti terlihat pada Gambar 0-1. Rangkaian menggunakan resistor pull-up bersifat active low yang berarti rangkaian mengeluarkan sinyal 1 kecuali saat saklar aktif. Hal ini berkebalikan dengan rangkaian menggunakan resistor pull-down yang bersifat active low, yaitu rangkaian mengeluarkan sinyal 0 kecuali saat saklar aktif. Nilai resistor pull-up dan pull down berkisar antara 1 – 10 k. Dari kedua rangkaian tersebut, rangkaian pull-up lebih banyak digunakan dibanding rangkaian pull down.
Gambar 0 1 Dasar rangkaian saklar

Gambar 0 2 Diagram pengkabelan untuk rangkaian sungut

Contoh sensor sentuh sederhana berupa sungut (whisker) beserta diagram pengkabelannya terdapat pada Gambar 0-2. Rangkaian ini sebetulnya merupakan rangkaian pull up dengan kedua sungut berfungsi sebagai saklar. Rangkaian akan mengeluarkan sinyal 1 saat sungut tidak tertekan. Jika sungut tertekan maka sinyal output akan menjadi 0 karena sungut dihubungkan dengan ground.
Gambar 0 3 Microswitch beserta rangkaiannya.

Pilihan lain yang dapat digunakan sebagai sensor sentuh adalah microswitch yang merupakan saklar SPDT. Microswitch adalah saklar tekan yang aktif jika ada obyek menyentuh/mendorong tuas dan sering juga disebut sebagai limit switch. Gambar 0-3 menunjukkan gambar microswitch dan contoh rangkaiannya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan sensor sentuh adalah robot yang menggunakan sensor ini haruslah dapat berhenti secara mendadak sehingga kurang cocok untuk robot dengan kecepatan tinggi. Untuk deteksi obyek lebih lanjut dapat digunakan sensor non-kontak seperti ultrasonik ataupun inframerah.

b.2. Sensor Cahaya

Terdapat banyak peranti yang dapat digunakan sebagai sensor cahaya antara lain fotoresistor, fotodioda, dan fototransistor. Berdasarkan panjang gelombangnya sensor cahaya diklasifikasikan menjadi sensor inframerah, cahaya tampak dan ultraviolet.
Sensor cahaya mempunyai banyak kegunaan pada sistem otomasi. Beberapa contohnya antara lain deteksi kertas pada printer, penentuan banyaknya lampu yang dibutuhkan suatu ruangan, dan penentuan nyala lampu blitz pada kamera.
Pada mobile robot sensor cahaya kebanyakan digunakan untuk dua hal, yaitu penjejak garis dan deteksi obyek. Robot penjejak garis menggunakan sensor cahaya untuk menentukan garis yang berwarna gelap dengan lantai yang berwarna terang atau sebaliknya. Sensor deteksi obyek dapat dibagi menjadi :
  • sensor proksimasi : biasanya berupa sensor dengan output biner. Obyek hanya diketahui jika memasuki zona tertentu di sekitar robot, di luar zona itu obyek diabaikan.
  • sensor pengukuran jarak : selain mengetahui keberadaan suatu obyek, sensor juga dapat mengetahui jarak obyek dari robot dalam rentang jarak tertentu.
Selain kedua penggunaan utama tersebut, sensor cahaya dapat juga digunakan sebagai pengukur temperatur (inframerah) dan sensor api (ultraviolet).

Fotoresistor atau sering juga disebut sebagai Light Dependant Resistor adalah resistor yang mempunyai nilai resistansi yang berubah sesuai dengan intensitas cahaya tampak yang menimpanya. Elemen pada fotoresistor terbuat dari Cadmium Sulfida (CdS) yang peka terhadap cahaya tampak. Intensitas cahaya berbanding terbalik dengan nilai resistansi fotoresistor, atau dengan kata lain sebanding dengan nilai konduktansinya. Keadaan gelap menyebabkan nilai resistansi meningkat, sedangkan keadaan terang menyebabkan nilai resistansi berkurang. Nilai resistansi fotoresistor berkisar antara beberapa ohm hingga beberapa kilo ohm.

Gambar 0 4 Perbandingan karakteristik sel CdS (fotoresistor) dengan fotodioda (dan fototransistor)

Fotoresistor dihubungkan dengan resistor lain untuk membentuk rangkaian pembagi tegangan untuk diukur beda tegangannya. Gambar 0-5 menunjukkan rangkaian fotoresistor, untuk (a) tegangan output sebanding dengan intensitas cahaya, sedangkan pada (b) tegangan berbanding terbalik dengan intensitas cahaya. Nilai R dipilih sehingga nilai Vout diusahakan berada pada rentang 0 – 5 V. Untuk penggunaan umum nilai R dapat dipilih 330 atau 470 . Output dari rangkaian fotoresistor dapat dihubungkan dengan komparator untuk mendapatkan sinyal biner (on/off) ataupun ADC. Cara lain mengukur nilai resistansi fotoresistor adalah dengan mengukur waktu RC yang akan dijelaskan pada bagian pengkondisi sinyal. Fotoresistor mempunyai kelemahan dibanding fototransistor ataupun fotodioda yaitu waktu responsnya yang relatif lambat.
Gambar 0 5 Fotoresistor dan rangkaiannya

Fototransistor adalah transistor (biasanya dari jenis NPN) yang dapat meneruskan arus sesuai dengan banyaknya intensitas cahaya yang mengenainya. Berbeda dengan fotoresistor yang peka terhadap cahaya tampak, fototransistor dan juga fotodioda lebih peka terhadap cahaya pada spektrum inframerah. Cahaya pada fototransistor menggantikan peranan arus basis, semakin banyak intensitas cahaya, semakin banyak arus yang dapat dialirkan dari kolektor ke emitor.
Gambar 0 6 Rangkaian fototransistor

Contoh rangkaian fototransistor ditunjukkan pada Gambar 0-6. Rangkaian tersebut bersifat active low, yang berarti tegangan output berbanding terbalik dengan intensitas cahaya yang diterima. Output rangkaian fototransistor biasanya dihubungkan dengan pengkondisi sinyal biner seperti inverting transistor, komparator, ataupun Schmidt trigger. Fototransistor sering ditemui dalam kemasan berpasangan dengan LED (biasanya inframerah) membentuk rangkaian optokopler (atau optoisolator) dan optoreflektor.

Fotodioda merupakan dioda yang peka terhadap cahaya. Dioda pada umumnya hanya dapat mengalirkan arus dari anoda ke katoda, namun fotodioda dapat mengalirkan arus yang berarah sebaliknya (dari katoda ke anoda) saat diberi cahaya. Rangkaian fotodioda mirip dengan rangkaian fototransistor seperti terlihat pada Gambar 0-7. Jika diberi cahaya maka tegangan output akan berkurang, begitu juga jika keadaansebaliknya.
Gambar 0 7 Rangkaian fotodioda
b.3. Sensor Inframerah
Sinar inframerah adalah sinar atau gelombang elektromagnet yang mempunyai frekuensi lebih rendah (atau dengan kata lain panjang gelombang lebih besar) dari warna merah. Penggunaan inframerah yang paling populer adalah pada peranti remote control TV. Pada robot, selain untuk remote control inframerah juga dapat digunakan sebagai sensor proksimasi ataupun pengukur jarak. Untuk itu diperlukan LED inframerah dan penerima inframerah, yang memuat detektor inframerah beserta pelengkapnya seperti tapis, penguat, dan demodulator. Sinar inframerah yang dipancarkan mempunyai frekuensi 38 – 40 kHz untuk membedakan dengan pancaran sinar inframerah lain (misal dari lampu atau sinar matahari). Pada penerima demodulator digunakan mengubah sinyal tersebut menjadi sinyal biner biasa.
Gambar 0 8 Penerima inframerah

Salah satu contoh sensor inframerah untuk penentuan jarak adalah GPD2D12 dari Sharp. Sensor ini sebenarnya digunakan untuk peranti peringatan jarak pada mobil dan deteksi banyaknya kertas pada mesin fotokopi. Output dari sensor ini adalah bilangan biner 8 bit yang mewakili jarak antara 10 – 80 cm. Prinsip kerja sensor ini adalah mengukur kemiringan pantulan dari sinar inframerah yang dipantulkan oleh suatu obyek (Gambar 0-10). Semakin dekat obyek berada semakin besar pula sudut pantulan sinar inframerah.

Gambar 0 9 Sensor GPD2D12 dari Sharp beserta hubungan input-outputnya

Gambar 0 10 Prinsip kerja sensor pengukur jarak inframerah

Jenis lain sensor inframerah adalah Passive Infra Red (PIR). PIR dapat digunakan untuk mendeteksi manusia atau binatang yang ada di dekatnya melalui radiasi inframerah dari panas tubuh yang dipancarkan. Sensor ini digunakan misalnya pada pintu otomatis atau sistem alarm.
Gambar 0 11 Passive Infra Red

b.4. Sensor Ultrasonik

Suara seperti juga cahaya cenderung untuk melintas dalam lintasan garis lurus dan dapat terpantulkan oleh suatu obyek pada lintasannya. Di alam terdapat beberapa hewan yang dapat bernavigasi dengan menggunakan gelombang suara, misalnya ikan lumba-lumba dan kelelawar. Mereka memancarkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang mempunyai frekuensi lebih tinggi daripada frekuensi suara yang dapat didengar oleh manusia, kemudian menerima gelombang pantulan dari obyek yang ada di depan hewan-tersebut. Dengan cara seperti ini mereka dapat mengetahui keberadaan suatu obyek penghalang dan jaraknya meskipun sebagian dari mereka, yaitu kelelawar, tidak mempunyai indra pengelihatan yang baik.
Untuk menirukan ikan lumba-lumba dan kelelawar tersebut robot dapat dilengkapi dengan sensor ultrasonik atau yang dikenal juga sebagai SONAR (Sound Navigating and Ranging). Gelombang ultrasonik dipancarkan oleh transmiter dan pantulannya diterima oleh receiver. Sonar tidak terpengaruhi oleh warna dan sifat pantulan cahaya dari obyek, namun kemampuannya akan menurun jika obyek terbuat dari material tertentu yang dapat menyerap gelombang suara (peredam suara).
Gambar 0 12 Rangkaian transmitter ultrasonik (McComb & Priedko, 2006)
Gambar 0 13 Rangkaian receiver ultrasonik (McComb & Priedko, 2006)

Gambar 0-12 dan Gambar 0-13 menunjukkan contoh rangkaian transmitter dan receiver untuk sensor proksimasi ultrasonik. Gelombang suara yang digunakan mempunyai frekuensi 40 kHz yang dihasilkan oleh timer 555 pada rangkaian multivibrator astabil yang kemudian dikuatkan oleh suatu transistor untuk kemudian dipancarkan oleh transduser ultrasonik. Pantulan dari obyek diterima oleh transduser ultrasonik pada rangkaian receiver yang mempunyai dua buah opamp, masing-masing berfungsi sebagai penguat dan komparator. Semakin dekat suatu obyek dengan receiver maka semakin kuat pula sinyal yang diterima receiver (jangan lupa bahwa jenis material obyek juga bepengaruh). Output komparator akan bernilai rendah atau tinggi jika sensor dijauhkan atau didekatkan dengan obyek. Pengaturan sensitivitas sensor dilakukan dengan mengatur R2 pada rangkaian receiver. Sensitivitas sensor ultrasonik ini menyangkut seberapa dekat/jauh jarak obyek saat output sensor bernilai tinggi. Jarak maksimal sensor ini maksimal dapat mencapai 3 m.
Gambar 0 14 Prinsip kerja sensor jarak ultrasonik
Selain sebagai sensor proksimasi, sensor ultrasonik juga dapat juga digunakan sebagai pengukur jarak yang cukup akurat. Prinsip kerja sensor jarak ini adalah transmitter mengirimkan seberkas gelombang ultrasonik, lalu diukur waktu yang dibutuhkan hingga datangnya pantulan dari obyek. Lamanya waktu ini sebanding dengan dua kali jarak sensor dengan obyek, sehingga jarak sensor dengan obyek dapat ditentukan persamaan
soby = jarak sensor dengan obyek
cud = kecepatan suara pada media udara
t = waktu antara sinyal dipancarkan dan diterima pantulannya
Kecepatan suata pada media udara dipengaruhi oleh temperatur dan juga kelembaban. Untuk media udara pada temperatur 200C kecepatan suara adalah 344,8 m/s.

Gambar 0 15 Ping))) (Parallax Inc, 2006)

Salah satu contoh sensor jarak ultrasonik adalah Ping))) dari Parallax. Sensor ini mempunyai tiga buah pin yang masing-masing dihubungkan dengan ground, tegangan catu daya, dan sebuah pin I/O. Kontroler memerintahkan Ping))) untuk memancarkan seberkas sinyal ultraviolet dengan cara memberikan sinyal pulsa 10 μs melalui pin I/O. Setelah memancarkan sinyal ultraviolet Ping))) akan memberikan sinyal high ke kontroler yang akan berubah menjadi low saat Ping))) menerima sinyal pantulan dari obyek. Kontroler menghitung waktu sinyal high tersebut dan kemudian dikonversikan menjadi jarak.

b.5. Enkoder

Untuk mengukur posisi poros motor dan kecepatannya digunakan enkoder. Enkoder adalah peranti untuk mengukur gerak dengan output berupa rangkaian pulsa digital. Dengan mencacah bit tunggal atau melakukan dekoding rangkaian bit, pulsa dapat dikonversikan menjadi posisi absolut atau inkremental. Jenis enkoder yang banyak digunakan adalah enkoder magnetik dan enkoder optik.
Gambar 0 16 Enkoder
Enkoder magnetik menggunakan sensor efek Hall sebagai detektor magnet. Pada poros dipasangkan sejumlah magnet (atau dapat juga hanya berupa takikan/tonjolan pada poros), misalnya 16 buah, yang menghasilkan output pulsa dengan jumlah yang sama setiap putaran porosnya.
Enkoder optik biasanya menggunakan LED inframerah sebagai simber cahaya, fototransistor atau foto dioda sebagai detektor cahaya serta suatu piringan. Terdapat dua prinsip kerja yang dapat digunakan sebagai penghasil rangkaian pulsa. Yang pertama adalah berdasarkan warna hitam-putih (atau gelap-terang) pada piringan enkoder (Gambar 0-17a), yang kedua berdasarkan ada tidaknya lubang pada piringan enkoder (Gambar 0-17b).
Gambar 0 17 Prinsip kerja enkoder optik

Enkoder dibedakan menjadi enkoder inkremental dan enkoder absolut. Enkoder inkremental menghasilkan pulsa digital yang dihitung untuk menentukan perpindahan relatif poros. Enkoder absolut menggunakan piringan yang memiliki beberapa jalur/track berupa kode digital untuk menunjukkan posisi absolut poros. Berdasarkan kode digital yang digunakan terdapat dua jenis piringan, yaitu yang menggunakan kode biner dan gray-code. Gray-code adalah modifikasi dari kode biner yang digunakan untuk mencegah kesalahan baca dari fototransistor. Pada gray-code ini setiap transisi dari sektor yang bertetangga menyebabkan perubahan hanya 1 bit.
Gambar 0 18 Piringan kode biner dan gray-code

Enkoder digunakan pada mobile robot terutama untuk aplikasi odometri. Odometri adalah penentuan posisi dan orientasi robot di ruang relatif terhadap suatu referensi berdasarkan jumlah putaran rodanya.

b.6. Kompas

Kompas adalah sensor yang menunjukkan arah/orientasi robot pada bidang mendatar yang digunakan sebagai alat bantu navigasi robot. Gambar 0-19 menunjukkan salah satu contoh kompas yaitu modul CMPS03 dari Devantech. Modul ini menggunakan sensor medan magnet Philips KMZ51 untuk mengukur medan magnet Bumi. Output sensor ini dapat berupa PWM atau I2C. Jika dipilih PWM, maka output akan mengeluarkan pulsa selama 1 ms untuk 00 hingga 36,99ms untuk 359,990, dengan kata lain mempunyai sensitivitas 0,1 ms/0 dan offset 1 ms. Untuk I2C modul mengirimkan data yang dapat berupa byte (0 – 255) atau word (0 – 3599) untuk satu putarannya. Modul sensor ini dapat dikalibrasi ulang dengan metode manual ataupun I2C.
Gambar 0 19 Modul kompas CMPS03
b.7. Akselerometer
Akselerometer adalah sensor yang digunakan untuk mengukur percepatan (perubahan kecepatan). Pada robot akselerometer dapat digunakan pada robot untuk aplikasi antara lain robot swatimbang (self balanced robot), robot berjalan, deteksi benturan, detektor getaran, dan deteksi G-force. Salah satu contoh akselerometer adalah modul Memsic MX2125 dari Parallax. Sensor ini dapat mengindra percepatan pada dua sumbu.
Gambar 0 20 Modul akselerometer Memsic MX2125

Output dari sensor ini adalah PWM yang menunjukkan hubungan
dengan
A = besarnya percepatan, g
T1 = waktu saat pulsa high
T2 = waktu total = 10 ms

C. Program Mikrokontroler AVR Untuk Sensor GP2D12 Menggunakan CVAVR

GP2D12 adalah sensor pengukur jarak yang diproduksi oleh Sharp. Sensor ini mengeluarkan sinyal analog dan mampu mengukur jarak pada rentang 10 – 80 cm. Versi lain dari jenis ini adalah GP2D15 yang mengeluarkan sinyal biner (0 atau 1 saja) dengan treshold 24 cm (dan ternyata cukup sulit untuk mengatur treshold ini) dan GP2D02 dengan output serial digital.
Prinsip kerja sensor inframerah ini dalam mengukur jarak berbeda dengan sensor ultrasonik yang menggunakan waktu pantul gelombang bunyi karena waktu pantul cahaya jelas terlalu singkat untuk dapat diukur. Cahaya inframerah dengan frekuensi 40 kHz dipancarkan dan hasil pantulannya diterima oleh susunan detektor inframerah. Sudut pantulan sinar inframerah akan berubah sesuai jarak sensor dan obyek.

Antarmuka sensor GP2D12 dengan AVR sangatlah mudah, terutama karena telah terdapat ADC internal yang dimiliki AVR. Namun sayangnya output analog sensor ini sangatlah tidak linier. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini, yaitu
  • lookup table
  • interpolasi
  • persamaan non-linier
Untuk melakukan ketiga cara tersebut diperlukan data hubungan input-output yang dapat diperoleh dari datasheet ataupun proses kalibrasi. Pada tulisan ini yang digunakan adalah cara ketiga.
Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan kalibrasi. Tabel 1 di bawah ini menunjukkan hasil kalibrasi yang telah dilakukan menggunakan ADC 8 bit dan tegangan referensi VCC.
data_adc jarak,cm
120 10
88 15
69 20
57 25
49 30
42 35
37 40
Meskipun jarak tidak proporsional terhadap data_adc, namun ternyata mempunyai hubungan yang cukup linier terhadap 1/data_adc (tabel 2)
1/data_adc jarak,cm
0.008333 10
0.011364 15
0.014493 20
0.017544 25
0.020408 30
0.02381 35
0.027027 40
Gambar 1 menunjukkan hasil grafik yang diperoleh dari tabel 2 beserta persamaan korelasinya yang dapat dibuat dengan mudah menggunakan sembarang software spreadsheet. Pada MS Excel cukup menambahkan trendline pada grafik.
Dari gambar 1 diperoleh persamaan (setelah dibulatkan)
jarak = (1611/data_adc)-3
Meskipun ketelitiannya hanya dalam orde cm, namun sudah cukup memadai untuk berbagai macam aplikasi, misalnya untuk deteksi jarak pada robot.
Program yang dibuat cukup sederhana. Jika menggunakan wizard yang diatur adalah ADC (8 bit dan tegangan referensi VCC) dan LCD (PORTC). Sebuah sensor GP2D12 dihubungkan dengan input 0 ADC (PINA.0).
Inti dari program ini adalah fungsi baca_gp2d12
unsigned char baca_gp2d12()
{
data_adc=read_adc(0);
jrk=(1611/data_adc)-3;
return jrk;
}
Fungsi ini mengambil data dari input 0 ADC, yang kemudian hasilnya dimasukkan ke persamaan hasil kalibrasi untuk memperoleh jarak dalam cm.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan sensor GP2D12 adalah :
  • Hasil dari proses kalibrasi tergantung banyak hal. Untuk itu sebaiknya persamaan yang digunakan berasal data hasil kalibrasi anda sendiri.
  • Output sensor ini akan menghasilkan pembacaan yang salah untuk pengukuran jarak kurang dari 8 cm. Cara pemecahan paling sederhana adalah dengan mengatur posisi sensor sehingga obyek tidak akan berjarak kurang dari 8 cm. Misalnya jika dipasang pada robot maka sensor tidak dipasang di tepi badan robot, namun agak masuk di tengah badan robot.
Dibandingkan dengan sensor jarak ultrasonik, seperti PING atau SRF04, harga GP2D12 relatif lebih murah, namun rentang dan jangkauan pengukurannya lebih sempit (10-80 cm) dibanding PING dan SRF04 yang berkisar antara 3 cm – 3 m.
Selain itu karena outputnya analog diperlukan ADC. Meski demikian keberadaan mikrokontroler dengan ADC internal, seperti seri AVR, mempermudah penggunaan sensor ini.
Berikut adalah program selengkapnya untuk membaca data dari GP2D12 dan menampilkannya pada LCD menggunakan ATMEGA8535 dan kristal 4 MHz. Output GP2D12 dihubungkan dengan PINA.0 sedangkan LCD dengan PORTC.