Kamis, 22 Agustus 2024

Alat Pelindung Diri (APD) dan Jenis-jenisnya

Alat Pelindung Diri (APD) untuk K3 – Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment adalah alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga efektif melindungi pekerja sebagai penggunanya.

Di dalam Perusahaan Manufakturing terutama yang bergerak dalam Produksi Perakitan Elektronika, beberapa resiko pekerjaan yang berpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan serta berpotensi menimbulkan kecelakan kerja antara lain proses menyolder, proses pemotongan kaki Komponen Elektronika, proses penggunaan bahan-bahan kimia, suara-suara yang timbul akibat mesin produksi, pembuangan limbah dan kegiatan pemindahan bahan-bahan produksi. Oleh karena itu, pekerja-pekerja yang mengerjakan proses tersebut memerlukan perlengkapan atau alat untuk melindungi dirinya sehingga mengurangi resiko bahaya dan kecelakaan kerja. Alat Pelindung Diri atau APD ini merupakan salah satu syarat penting dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau SMK3.

Alat Pelindung Diri (APD) dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

  1. Alat Pelindung Kepala antara lain : Helmet (Topi Pengaman), Safety Glass (Kacamata Pengaman), Masker, Respirator, Ear Plugs (Penutup Telinga).
  2. Alat Pelindung Badan antara lain : Apron, Jas Laboratorium
  3. Alat Pelindung Anggota Badan diantaranya adalah : Sepatu Pelindung (Safety Shoes/Boot), Sarung Tangan (Hand Gloves).

Jenis-jenis Alat Pelindung Diri (APD)

Berikut ini adalah Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang sering digunakan dalam Produksi Elektronika.

1. Alat Pelindung Kepala

1.1. Topi Pelindung (Safety Helmet)

1.1. Topi Pelindung (Safety Helmet)

Helmet atau Topi Pelindung digunakan untuk melindungi Kepala dari paparan bahaya seperti kejatuhan benda ataupun paparan bahaya aliran listrik. Pemakaian Topi Pelindung (Safety Helmet) harus sesuai dengan lingkar kepala sehingga nyaman dan efektif melindungi pemakainya. Di Produksi Elektronika, Topi pelindung biasanya digunakan oleh Teknisi Mesin dan Petugas Gudang.

Terdapat 3 Jenis Helmet berdasarkan perlindungannya terhadap listrik, yaitu:

  1.  Helmet Tipe General (G) yang dapat melindungi kepala dari terbentur dan kejatuhan benda serta mengurangi paparan bahaya aliran listrik yang bertegangan rendah hingga 2.200 Volt
  2.  Helmet Tipe Electrical (E) yang dapat melindungi kepala dari terbentur dan kejatuhan benda serta mengurangi paparan bahaya aliran listrik yang bertegangan tinggi hingga 22.000 Volt
  3. Helmet Tipe Conductive (C) yang hanya dapat melindungi kepala dari terbentur dan kejatuhan benda tetapi tidak melindungi kepala dari paparan bahaya aliran listrik.

1.2. Kacamata Pelindung (Safety Glass)

Kacamata Pelindung adalah alat yang digunakan untuk melindungi mata dari bahaya loncatan benda tajam, debu, partikel-partikel kecil, mengurangi sinar yang menyilaukan serta percikan bahan kimia. Kacamata Pelindung terdiri dari 2 Jenis yaitu :

  1. Safety Spectacles, berbentuk Kacamata biasa dan hanya dapat melindungi mata dari bahaya loncatan benda tajam, debu, partikel-partikel kecil dan mengurangi sinar yang menyilaukan. Biasanya dipakai pada Proses menyolder dan Proses pemotongan Kaki Komponen.
  2. Safety Goggles, Kacamata yang bentuknya menempel tepat pada muka. Dengan Safety Goggles, mata dapat terlindung dari bahaya percikan bahan kimia, asap, uap, debu dan loncatan benda tajam. Biasanya dipakai oleh Teknisi Mesin Produksi.

1.3. Penyumbat Telinga (Ear Plug)

Penyumbat Telinga atau Ear Plug digunakan untuk melindungi alat pendengaran yaitu telinga dari Intensitas Suara yang tinggi. Dengan menggunakan Ear Plug, Intensitas Suara dapat dikurangi hingga 10 ~ 15 dB. Ear Plug biasanya digunakan oleh Pekerja yang bekerja di daerah produksi yang memiliki suara mesin tinggi seperti SMT (Surface Mount Technology) ataupun Mesin Produksi lainnya.

1.4. Penutup Telinga (Ear Muff)

Penutup Telinga atau Ear Muff adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat pendengaran dari Intensitas Suara yang tinggi. Ear Muff dapat mengurangi intensitas suara hingga 20 ~ 30dB. Ear Muff terdiri dari Head Band dan Ear Cup yang terbuat dari bantalan busa sehingga dapat melindungi bagian luar telinga (daun telinga). Ear Muff sering digunakan oleh Teknisi Mesin dan Generator (Genset).

1.5. Masker

Masker adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat-alat pernafasan  seperti Hidung dan Mulut dari resiko bahaya seperti asap solder, debu dan bau bahan kimia yang ringan. Masker biasanya terbuat dari Kain atau Kertas. Masker umumnya dipakai di proses menyolder.

1.6. Respirator

Respirator adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat-alat pernafasan   seperti Hidung dan Mulut dari resiko bahaya seperti asap solder, bau bahan kimia, debu, Uap, Gas serta Partikel Mist dan Partikel Fume. Respirator sering dipakai oleh Teknisi Mesin Solder, Operator Pengecatan (Painting) dan Proses bahan Kimia lainnya.

2. Alat Pelindung Badan

apron (celemek), alat pelindung tubuh

2.1. Apron (Celemek)

Apron atau sering disebut dengan Celemek adalah alat pelindung tubuh dari percikan bahan kimia dan suhu panas. Apron atau Celemek sering digunakan dalam proses persiapan bahan-bahan kimia dalam produksi seperti Grease, Oli, Minyak dan Adhesive (perekat).

 

3. Alat Pelindung Anggota Badan

alat pelindung anggota badan

3.1. Sarung Tangan (Hand Glove)

Sarung Tangan adalah perlengkapan yang digunkan untuk melindungi tangan dari kontak bahan kimia, tergores atau lukanya tangan akibat sentuhan dengan benda runcing dan tajam. Sarung Tangan biasanya dipakai pada proses persiapan bahan kimia, pemasangan komponen yang agak tajam, proses pemanasan dan lain sebagainya. Jenis-jenis sarung tangan diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sarung Tangan Katun (Cotton Gloves), digunakan untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.
  2. Sarung Tangan Kulit (Leather Gloves), digunakna untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.
  3. Sarung Tangan Karet (Rubber Gloves), digunakan untuk melindungi tangan dari kontak dengan bahan kimia seperti Oli, Minyak, Perekat dan Grease.
  4. Sarung Tangan Electrical, digunakan untuk melindungi tangan dari kontak dengan arus listrik yang bertegangan rendah sampai tegangan tinggi.

3.2. Sepatu Pelindung (Safety Shoes)

Sepatu Pelindung atau Safety Shoes adalah perlengkapan yang digunakan untuk melindungi kaki dari kejatuhan benda, benda-benda tajam seperti kaca ataupun potongan baja, larutan kimia dan aliran listrik. Sepatu Pelindung terdiri dari baja diujungnya dengan dibalut oleh karet yang tidak dapat menghantarkan listrik. Sepatu Pelindung wajib digunakan oleh Teknisi Mesin dan Petugas Gudang.

Melakukan Soldering

Soldering merupakan sebuah kegiatan atau proses yang sangat penting dalam Perakitan eletronik, Jika Proses Soldering (proses menyolder) tidak dilakukan dengan baik maka akan banyak sekali permasalahan kualitas yang akan terjadi, baik permasalahan yang terjadi saat produksi maupun permasalahan yang terjadi setelah dipakai oleh konsumen. Permasalahan kualitas yang timbul dalam manual soldering adalah disebabkan oleh ketidakpahaman (kurangnya Pelatihan /Training) ketidakdisplinan dari Manusia itu sendiri.

Sebelum kita memulai menyolder komponen elektronika, kita harus mempersiapkan peralatan dan Materialnya. Peralatan kerja di Manual soldering antara lain :
1. Soldering Iron
2. Stand Soldering Iron
3. Smoke Absorber (kipas penyedot asap)
4. Sponge atau Cleaning wire untuk membersihkan solder tip

Sedangkan Material yang harus dipersiapkan adalah solder wire. Solder Wire merupakan timah yang berbentuk Kawat (wire) dan ditengah-tengahnya timah terdapat flux yang berfungsi untuk membersihkan dan memudahkan solder menempel di kaki komponen dan PCB. Solder wire terdiri dari berbagai diameter sesuai dengan tujuan pemakaiannya seperti : 0.5mm, 0.8mm, 1.0mm dan biasanya digulungkan (Untuk lebih jelas mengenai bentuk solder wire, bisa di lihat di artikel pengenalan soldering.

Setelah peralatan dan material sudah siap, maka ON-kan (nyalakan) Soldering Iron dan Smoke absorber. Tunggu beberapa saat agar suhu (temperatur)  mencapai kepanasan tertentu. Kemudian ukurlah suhu (temperatur) soldering iron tersebut dengan memakai Thermometer khusus Soldering Iron (soldering tester).

Ingat : Suhu atau temperatur harus sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, karena setiap jenis komponen dan PCB memiliki spesifikasi suhu atau temperatur tersendiri.

Cara Memegang Soldering Iron

Peganglah soldering Iron di tangan Kanan
Soldering Iron harus dipegang dengan baik agar penyolderannya tidak bergetar. Cara memegangnya seperti gambar dibawah ini :

Cara Memegang Solder

Cara Memegang Solder Wire (Timah)

Peganglah Solder Wire di tangan kiri, Solder wire harus dipegang sekitar 2cm dari ujung agar memudahkan memberikan solder wire saat melakukan proses penyolderan, seperti gambar dibawah ini :Cara pegang solder wire (wire timah)

Posisi Solder dan Solder Wire (Timah)

Posisi soldering iron harus sekitar 45° mengenai bagian kaki komponen dan PCB yang akan disolder, kemudian sentuhkan solder wire ke soldering iron tip. Posisi 45° adalah untuk menyeimbangan panas yang mengenai PCB dan solder wire agar kedua-duanya mendapatkan panas yang cukup dan juga untuk mempermudahkan pencairan solder wire saat solder wirenya disentuh ke soldering iron tip.Posisi solder iron dan solder wire

Urutan Kerja Cara Solder yang benar agar kualitas solder memenuhi standar

  1. Letakkan soldering iron tip diantara Kaki PCB dan Kaki komponen agar kedua-duanya mendapatkan panas yang cukup.

Langkah Pertama Menyolder komponen

  1. Berikanlah Solder Wire dengan jumlah yang secukupnya di lokasi yang akan disolder dengan berkenaan ke soldering iron tip agar solder wire meleleh (mencair).

Langkah Kedua Menyolder komponen

  1. Jika timah yang diperlukan sudah cukup, angkatlah solder wire terlebih dahulu agar solder wire-nya tidak lengket di daerah yang kita solder

Langkah Ketiga Menyolder komponen

  1. Terakhir, angkatlah Soldering Iron. Kemudian periksa kembali hasil soldernya
  2. Langkah Keempat Menyolder komponen

    Sumber : https://produksielektronik.com/cara-menyolder-komponen-elektronika-dengan-benar

Selasa, 20 Agustus 2024

Teknik Soldering & Desoldering (DK-TE Kelas X)

Soldering Jika berdiri sendiri, suatu komponen elektronika mungkin tidak akan berfungsi. Agar komponen-komponen tersebut memiliki fungsi, setiap komponen harus dirangkai menjadi sebuah rangkaian sistem elektronika pada papan sirkuit. Proses menghubungkan komponen-komponen elektronika dengan papan sirkuit (PCB) disebut kegiatan menyolder (soldering). Pada industri manufaktur, proses soldering dilakukan secara otomatis menggunakan mesin solder otomatis. Namun, pada keadaan tertentu dilakukan juga penyolderan secara manual.

Proses penyolderan dapat memengaruhi baik-buruknya fungsi antarkomponen. Hal ini terjadi karena adanya koneksi yang buruk antara komponen dengan sirkuit PCB. Pada proses soldering menggunakan mesin, hasil yang dicapai lebih baik dibandingkan dengan soldering manual. Pada soldering menggunakan mesin, terlebih dahulu dilakukan proses setting pada mesin, baik kecepatannya maupun suhu yang pas untuk proses tersebut. Pada proses soldering manual, kalian harus lebih berhati-hati pada saat melakukannya. Jika suhu solder terlalu tinggi, hal tersebut akan merusak komponen-komponen elektronik yang tidak tahan suhu tinggi. Jika suhu terlalu rendah, hasil penyolderannya menjadi kurang baik. Ada beberapa jenis solder dengan fungsi yang berbeda-beda, di antaranya:

a.    Solder Biasa Solder biasa yaitu solder yang umum digunakan dan banyak ditemui di pasaran. Solder jenis ini memiliki fungsi yang sederhana yaitu menyambungkan komponen dengan PCB. Secara umum, spesikasi solder jenis ini dapat dibedakan berdasarkan besar dayanya, misalnya 40 Watt, 60 Watt, 80 Watt, dan lain-lain.

b.    Solder dengan Pengontrol Suhu, Solder dengan pengontrol suhu memiliki kemampuan dalam mengontrol suhu, sehingga suhu akan stabil dan konstan dalam pemakaian yang cukup lama. Solder jenis ini memiliki batasan terperatur antara 200–480°C.

c.    Solder Uap (Hot Air) Solder uap adalah solder yang proses pemanasannya menggunakan embusan angin panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas pada perangkat soldernya. Pada solder uap ada dua pengaturan, yaitu pengaturan kemampuan panas yang dikeluarkan oleh mata solder dan pengaturan tekanan uap panas yang dikeluarkan atau diembuskan pada mata solder. Solder jenis ini beroperasi ada suhu 100–500°C.

Pada saat menyolder, kalian hendaknya memperhatikan keselamatan kerja sebagai berikut:

a.       Gunakanlah kacamata pelindung untuk melindungi mata dari asap solder.

b.       Lakukan penyolderan di tempat yang berventilasi baik. Jika tidak, pasang pengisap asap/kipas untuk membuang asap.

c.       Setelah menggunakan solder atau saat solder sedang tidak digunakan, hendaknya disimpan pada stan solder.

d.       Penyolderan lebih baik dilakukan di tempat yang berventilasi baik atau menggunakan alat pengisap asap.

e.       Cuci tangan setelah selesai melakukan pekerjaan solder.

Solder merupakan alat bantu dalam merakit atau membongkar rangkaian elektronika pada rangkaian yang terdapat pada papan PCB. solder merupakan alat elektronika yang mengubah energi listrik menjadi energi panas. Solder banyak jenis dan beragam bentuknya, pada umumnya berbentuk seperti pistol, dan lurus dengan mata solder di ujung yang berbentuk lancip, dan dilengkapi tombol pengatur suhu ukuran tinggi rendahnya panas yang dihasilkan untuk membuat kawat timah mencair agar dapat melepaskan atau menyatukan kaki-kaki komponen pada papan PCB. Suhu panasnya yang terlalu berlebihan dapat merusak komponen atau menyebabkan komponen lain ikut terlepas. Solder pula digunakan untuk upaya alternatif jumper dengan menghubungkan kabel kecil pada hubungan yang putus pada papan PCB agar yang retak atau terputus agar dapat tersambung kembali.


solder-plastik_LRG-400x192


Cara menggunakan Solder

1. Berikut ini adalah cara memegang solder yang baik.

solder+1



2. Langkah selanjutnya adalah dengan menancapkan mata atau ujung solder ke komponen pada papan PCB.

Solder+2

3. Kalau mata solder sudah ditancapkan, selanjutnya adalah lelehkan kawat atau tinol dengan cara tempelkan kawat ke mata solder.

solder+3


4. Kemudian perlahan lepas kawat dan juga soldernya seperti contoh pada gambar dibawah ini.

solder+4
5. Jangan lupa bersihkan solder Anda setelah digunakan.

solder+5

Desoldering merupakan proses kebalikan soldering. Desoldering adalah proses pelepasan kaki komponen dari papan PCB. Untuk melepas kaki komponen ini, kalian memerlukan peralatan tambahan yaitu alat penyedot timah/pompa solder (atraktor). Proses desoldering dilakukan jika ada salah satu komponen peralatan elektronik mengalami kerusakan dan mesti dilakukan penggantian dengan komponen yang baru. Pada proses desoldering, langkah-langkah yang harus kalian lakukan adalah sebagai berikut:

a.    Pastikan komponen mana yang akan diganti dan tentukan posisi komponen pada rangkaian.

b.    Panaskan timah yang menempel pada kaki komponen yang akan kalian lepas.

c.    Setelah timahnya mencair, tempelkan atraktor pada ujung komponen dan tekan knop atraktor untuk menarik timah masuk ke dalam tabung atraktor.

d.    Lepas komponen dari PCB dan pasangkan komponen yang baru. Lakukan penyolderan kembali pada PCB seperti proses yang telah diuraikan terdahulu.


Jumat, 26 Juli 2024

Pilihan Lisensi Creative Commons


Sumber : https://id.creativecommons.net/pilihan-lisensi-cc/

Berikut isi dari ketentuan-ketentuan lisensi dan penanda ciptaan tersebut.
4 spektrum utama lisensi CC:
(1) Spektrum Atribusi (BY)

BY-354f63.png
  • Isi ketentuan:
    • Kewajiban untuk menyebutkan nama pencipta atau pemegang hak cipta dan sumber ciptaan.
    • Menyatakan perubahan yang dilakukan terhadap ciptaan.
  • Fungsi:
    • Supaya pencipta atau pemegang hak cipta dapat terus disebutkan namanya sebagai sumber rujukan dalam setiap penggunaan.
    • Untuk mengingatkan pengguna agar terus menyebutkan sumber ciptaan yang digunakan dengan sesuai.
    • Untuk mengingatkan pengguna agar menyatakan perubahan yang dilakukan terhadap ciptaan.
  • Kombinasi Spektrum:
Kurang-Paling-CCL.jpg

(2) Spektrum BerbagiSerupa (SA)

sa.large.png
  • Isi ketentuan:
    • Kewajiban untuk menerapkan lisensi yang sama pada setiap hasil gubahan dan karya turunan
  • Fungsi:
    • Tujuan penciptaan dan penyediaan ciptaan memang ditujukan sebagai ciptaan layak gubah.
    • Untuk mempertahankan maksud penerapan lisensi pada materi asli oleh pencipta.
  • Kombinasi Spektrum:
by-sa-e15bba.png
by-nc-sa-6738bb.png

(3) Spektrum NonKomersial (NC)

nc.large.png
  • Isi ketentuan:
    • Larangan penggunaan ciptaan untuk kepentingan komersial.
    • Kegiatan nirlaba dikecualikan dari ketentuan ini.
  • Fungsi:
    • Mempertahankan jalur masuknya royalti secara eksklusif ke pencipta atau pemegang hak cipta.
    • Ketentuan SA yang dikombinasikan dengan NC, memastikan bahwa setiap hasil gubahan menerapkan ketentuan NonKomersial, supaya ciptaan tidak dapat dikomersialisasi tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta.
  • Kombinasi Spektrum:
by-nc-d2ccff.png
by-nc-sa-6738bb.png
by-nc-nd-01dc41.png

(4) Spektrum TanpaTurunan (ND)

nd.large.png
  • Isi ketentuan:
    • Larangan untuk mengubah dan menggubah ciptaan.
    • Penggunaan pribadi dikecualikan (pengubahan atau penggubahan yang tidak diumumkan).
  • Fungsi:
    • Menghindari manipulasi atau pemanfaatan ciptaan secara tidak bertanggung jawab.
    • Menghindari pelanggaran kehormatan terhadap pencipta atau pemegang hak cipta dari aktivitas pengguna ciptaan.
  • Kombinasi Spektrum:
by-nd-04b970.png
by-nc-nd-01dc41.png

(5) Creative Commons Nol Dedikasi Domain Publik (CC0)

zero.large.png
  • Isi dan fungsi ketentuan:
    • Setiap ciptaan yang diumumkan dengan ketentuan ini masuk ke domain publik tanpa mengindahkan ketentuan masa berlaku perlindungan hak cipta yang ada.
    • Pencipta atau pemegang hak cipta memberikan kebebasan mengabaikan hak moral dan hak ekonominya sama sekali dengan menerapkan lisensi ini.
    • Pencipta atau pemegang hak cipta dapat menerapkan atau pengguna ciptaan dapat menggunakan ciptaan dengan ketentuan ini sejauh hukum yang berlaku dapat mengakomodasi aktivitas ini.
    • Dalam konteks hukum Indonesia, penggunaan lisensi ini tidak direkomendasikan, karena belum ada payung hukum yang mengakomodasi pendedikasian hak cipta pencipta atau pemegang hak cipta sepenuhnya ke domain publik sebelum masa berlaku perlindungannya berakhir.
  • Kombinasi Spektrum:
cc-zero-e0a127.png

(6) Tanda Domain Publik Creative Commons (Tanda Domain Publik CC)

2010-10-15-publicdomainmark.jpg
  • Isi dan fungsi ketentuan:
    • Hanya diterapkan pada ciptaan yang sudah habis masa berlaku perlindungan hak ciptanya.
    • Banyak digunakan oleh lembaga-lembaga seperti galeri, perpustakaan, balai pengarsipan, dan museum.
  • Kombinasi Spektrum:
publicdomain-9d38b1.png

Rabu, 05 Juni 2024

Tahapan Refleksi Pembelajaran dan Manfaatnya



Oleh : bangsoy@gmail.com


Refleksi pembelajaran adalah tahapan akhir dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengingat kembali materi yang disampaikan. Karena memiliki peran penting, seorang guru harus memahami tahapan refleksi pembelajaran yang baik dan benar.

Tahapan Refleksi Pembelajaran

Penerapan refleksi pembelajaran memiliki tujuan utama untuk mengetahui respon siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Sehingga, siswa dapat mengungkapkan kesulitan yang dilalui. Oleh karena itu, simak tahapan refleksi pembelajaran berikut sebagai referensi.

1. Description

Langkah awal yang dapat dilakukan guru adalah mendeskripsikan situasi yang tengah berlangsung. Sehingga, terdapat gambaran yang tepat dalam menunjang data yang relevan.

2. Feelings

Berikutnya, guru dapat menjelaskan perasaan dan pikiran yang dilalui selama proses pembelajaran. Mulai dari kegiatan dibuka, berlangsung, hingga setelah pembelajaran berakhir. Selain itu, siswa juga diberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaan selama penyampaian materi.

3. Evaluation

Evaluasi adalah tahapan yang berisi proses penilaian positif ataupun negatif. Siswa dapat menjelaskan bagaimana kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik atau tidak sampai akhir.

4. Analysis

Pada tahap ini, guru dapat menganalisis kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Seperti kegiatan telah berjalan dengan baik atau belum dan apa akibatnya. Selain itu, situasi yang dianalisis dapat dibandingkan dengan teori yang telah ada.

5. Conclusion

Kesimpulan adalah bagian akhir dari analisis yang dilakukan sebelumnya. Sehingga, guru dapat memperoleh hasil yang rinci sebagai upaya untuk memperbaiki keadaan selanjutnya.

6. Action Plan

Terakhir, action plan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk merumuskan apa saja yang akan dilakukan selanjutnya. Sehingga, guru dapat belajar dari kesalahan yang terjadi sebelumnya.


Manfaat Refleksi Pembelajaran

Tahapan refleksi pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada dasarnya memiliki manfaat penting. Sebab, guru dapat mengevaluasi kegiatan pembelajaran agar dapat memperbaikinya di kemudian hari. Berikut manfaat yang didapatkan dari kegiatan refleksi.

  1. Menjadi alat peninjau untuk menjelaskan situasi kelas. Sehingga, akan meningkatkan evaluasi ke depannya.
  2. Dapat menyalurkan aspirasi siswa mengenai masalah yang dihadapi selama pembelajaran.

 

Tujuan Refleksi Pembelajaran

Berikut ini merupakan beberapa tujuan dilakukannya refleksi pembelajaran, yaitu:

  1. Mengetahui minat para siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran secara nyata.
  2. Melakukan pengukuran penerapan model, metode, strategi, dan teknik pembelajaran terhadap tingkat keberhasilan yang telah dilakukan oleh guru.
  3. Mengidentifikasi dan mengevaluasi apa yang guru telah lakukan dalam penyampaian materi dan penguasaan kelas
  4. Mengetahui kebutuhan dan keinginan siswa sehingga guru dapat memperbaiki rancangan pembelajaran yang lebih baik untuk pembelajaran berikut-berikutnya.
  5. Memahami respon siswa dalam belajar dan penyampaian materi.
  6. Supaya guru bisa memahami kelemahan atau kekurangan dari sebuah pembelajaran supaya lebih baik untuk guru dan juga murid.
  7. Memahami akurasi sebuah model, metode, strategi, dan teknik pembelajaran yang telah diimplementasikan supaya bisa terus dievaluasi.
  8. Guru bisa membuat kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif dalam pembelajaran di kemudian hari.

Manfaat Refleksi Pembelajaran

Refleksi pembelajaran Memberikan manfaat bagi guru maupun siswa. Berikut manfaatnya:

Manfaat bagi guru:

  1. Aktivitas refleksi berguna sebagai peninjauan pada kelas atau sebuah kelompok.
  2. Berguna untuk menggambarkan situasi dan kondisi dari sebuah kelas, apa yang terjadi pada siswa dan masalah yang mereka temui.
  3. Bisa memaksimalkan dan lebih menonjolkan potensi setiap siswa/individu dan sebuah grup.
  4. Untuk meningkatkan kegiatan evaluasi terhadap kinerja guru yang berlanjut dan berjenjang.
  5. Wadah untuk menjalin komunikasi positif yang bersifat membangun antara siswa dan guru.