Jumat, 24 Februari 2023

Diagram Dasar Rangkaian Pengendali

Menurut peraturan semua elemen penghubung digambarkan dalam kedudukan tidak bekerja (normal), kecuali rangkaian yang menggunakan sensor elevasi air atau kontak pelampung digambarkan sesuai kedudukan yang diinginkan.

Contoh :



Kode huruf pengenal ditempatkan disamping kiri atau disebelah atas simbol komponen dan untuk penomorannya dituliskan disamping kanannya.

Contoh :




1. Susunan diagram rangkaian dan komponen pengendali

Diagram rangkaian sedapat mungkin digambarkan dengan satu garis yang tegak lurus antara penghantar fase diatas dan penghantar nol dibawah, sedangkan sumber tegangan selalu digambarkan disebelah kiri.

Diagram rangkaian :

Untuk menggambarkan sakelar, tombol dan kontak-kontak agar selalu dibuat dalam satu baris lurus (perhatikan dan bandingkan contoh penggambaran yang salah / yang benar berikut dibawah ini).


Selain susunan diagram rangkaian dan komponen pengendali yang benar, untuk memudahkan dan mengetahui “ jumlah kontak bantu NO dan NC dari kontaktor atau relai yang digunakan pada rangkaian pengendali ” perlu dicantumkan dalam kolom bawah masing-masing kontaktornya (lihat contoh gambar pada halaman berikut).
2. Macam-macam Diagram

Macam-macam diagram pada dasarnya dapat dibedakan :

a)    Diagram satu garis.

Diagram satu garis penggambarannya relatif sederhana karena pada dasarnya merupakan rangkaian gambar simbol, tidak terlalu detail dan banyak digunakan untuk pedoman pelaksanaan dilapangan sehingga hanya memuat garis-garis besar dari instalasi yang dipasang.

Contoh :

b)    Diagram kerja / pengawatan.

Diagram kerja / pengawatan tidak umum digunakan dilapangan karena penggambarannya dibuat secara lengkap dan merupakan gabungan antara rangkaian utama dan pengendali. Jika kemungkinan terdapat kesalahan akan menyulitkan korektor, sebab tidak ada yang baku dan bersifat lebih bebas. Perlu kita ketahui bahwa untuk kebutuhan yang mendesak memahami diagram kerja ini membutuhkan waktu relatif lama.

c)    Diagram lintasan / aliran

Diagram lintasan / aliran ini paling banyak digunakan untuk menggambar rangkaian instalasi yang didalamnya merupakan gambar detail dari diagram satu garis karena didalam diagram lintasan / aliran dapat dibuat rangkaian utama dan rangkaian pengendali secara terpisah. Masing-masing rangkaian yang berbeda digambarkan dari kiri rangkaian utama dan disebelah kanannya rangkaian pengendali serta semua elemennya diberi kode huruf pengenal atau penomoran yang sudah dibakukan.

Contoh : Diagram lintasan / aliran rangkaian pengendali.


Contoh Implementasi 

Sebuah derek yang beroperasi maju dan mundur menggunakan dua buah kontaktor, apabila salah satu kontaktornya aktif maka kontaktor yang kedua tidak dapat diaktifkan kecuali dengan menekan tombol stop terlebih dahulu.

Gambar diagram lintasan/aliran.


Created : bangsoy@gmail.com


Sistem Minimum Atmega16

 


Mikrokontroler adalah sebuah sistem komputer lengkap dalam satu chip. Mikrokontroler lebih dari sekedar sebuah mikroprosesor, karena mikrokontroler sudah dilengkapi dengan ROM (Read-Only Memory), RAM (Read-Write Memory), memiliki masukan dan keluaran, serta beberapa peripheral seperti pencacah/pewaktu, ADC (Analog to Digital converter), DAC (Digital to Analog converter) dan komunikasi secara serial.

Salah satu mikrokontroler yang banyak digunakan saat ini yaitu mikrokontroler AVR. AVR adalah mikrokontroler RISC (Reduce Instuction Set Compute) 8 bit berdasarkan arsitektur Harvard (dengan memori dan bus terpisah untuk program dan data). Secara umum mikrokontroler AVR dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu keluarga AT90Sxx, ATMega dan ATtiny. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral dan fiturnya.

Seperti mikroprosesor pada umumnya, secara internal mikrokontroler ATMega16 terdiri atas unit-unit fungsional Arithmetic and Logical Unit (ALU), himpunan register kerja, register dan dekoder instruksi, dan pewaktu beserta komponen kendali lainnya.

Beberapa keistimewaan dari AVR ATMega16 antara lain:

  1. Arsitektur RISC dengan throughput mencapai 16 MIPS (Microprocessor without Interlocked Pipeline Stages) pada frekuensi 16 Mhz.
  2. Memiliki kapasitas Flash memori 16 Kbyte, EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory) 512 Byte, dan SRAM (Static Random Access Memory1Kbyte.
  3. Saluran I/O 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C, dan Port D.
  4. CPU (Central Processing Unit) yang terdiri dari 32 buah register.
  5. User interupsi internal dan eksternal
  6. Sistem antarmuka SPI (Serial Peripheral Interface) dan USART (Universal Synchronous Asynchronous serial Receiver and Transmitter) sebagai komunikasi serial.
  7. Fitur Peripheral:
  • Dua buah timer/counter 8 bit dengan prescaler terpisah dan mode compare.
  • Satu buah timer/counter 16 bit dengan prescaler terpisah, mode compare, dan mode capture.
  • Real time counter dengan osilator tersendiri.
  • Empat kanal PWM (Pulse Widht Modulation) dan Antarmuka komparator analog.
  • 8 kanal ADC berukuran 10 bit.

Mikrokontroler ATMega16 mempunyai empat buah port yang bernama PortA, PortB, PortC, dan PortD. Keempat port tersebut merupakan jalur bidirectional dengan pilihan internal pull-up. Mikrokontroler ATMega16 dengan kemasan 40-pin DIP (dual inline package) ditunjukkan oleh Gambar 1. Untuk memaksimalkan performa, mikrokontroler AVR ATMega16 menggunakan arsitektur Harvard.

Deskripsi pin mikrokontroler AVR ATMega16, antara lain:

1. VCC (Power Supply) dan GND(Ground).

2.Port A (PA7-PA0)

Port A berfungsi sebagai input analog pada konverter A/D. Port A juga sebagai suatu port I/O 8-bit dua arah, jika A/D konverter tidak digunakan. Pin-pin Port dapat menyediakan resistor internal pull-up (yang dipilih untuk masing-masing bit). Ketika pin PA0 sampai PA7 digunakan sebagai input dan secara eksternal diset rendah ketika arus sumber resistor pull-up diaktifkan.  Pin Port A dapat dalam keadaan tri-stated, yaitu suatu suatu kondisi reset menjadi aktif sekalipun waktu sudah habis. Dalam Port A ini juga dapat digunakan sebagai ADC 8 channel berukuran 10 bit.

3. Port B (PB7-PB0)

Port B adalah suatu port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internal pull-up. Sebagai input, pin-pin Port B secara eksternal dapat diset rendah ketika arus sumber resistor pull-up diaktifkan. Pin Port B dapat dalam keadaan tri-stated, yaitu suatu suatu kondisi reset menjadi aktif sekalipun waktu sudah habis.

4. Port C (PC7-PC0)

Port C adalah suatu port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internal pull-up. Sebagai input, pin-pin Port C secara eksternal dapat diset rendah ketika arus sumber resistor pull-up diaktifkan. Pin Port C dapat dalam keadaan tri-stated, yaitu suatu suatu kondisi reset menjadi aktif sekalipun waktu sudah habis.

5. Port D (PD7-PD0)

Port D adalah suatu port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internal pull-up. Sebagai input, pin-pin Port D secara eksternal dapat diset rendah ketika arus sumber resistor pull-up diaktifkan. Pin Port D dapat dalam keadaan tri-stated, yaitu suatu suatu kondisi reset menjadi aktif sekalipun waktu sudah habis. Port D ini juga bisa digunakan untuk jalur komunikasi serial dengan perangkat luar.

6. RESET (Reset input).

7. XTAL1 (Input Oscillator).

8. XTAL2 (Output Oscillator).

9. AVCC adalah pin penyedia tegangan untuk port A dan Konverter A/D.

10. AREF adalah pin referensi analog untuk konverter A/D.

Created : bangsoy@gmail.com


Konfigurasi Pin IC Mikrokontroler Atmega8535


 

Gambar Deskripsi Pin AT Mega 8535

  Deskripsi Mikrokontroller ATmega8535

 

Ø   VCC (power supply)

Ø   GND (ground)

Ø   Port A (PA7..PA0)

 

Port A berfungsi sebagai input analog pada A/D Konverter. Port A juga berfungsi sebagai suatu Port I/O 8-bit dua arah, jika A/DKonverter tidak digunakan. Pin - pin Port dapat menyediakanresistor internal pull-up (yang dipilih untuk masing-masing bit).Port A output buffer mempunyai karakteristik gerakan simetrisdengan keduanya sink tinggi dan kemampuan sumber. Ketika pinPA0 ke PA7 digunakan sebagai input dan secara eksternal ditarikrendah, pin – pin akan memungkinkan arus sumber jika resistor internal pull-up diaktifkan. Pin Port A adalah tri-stated manakalasuatu kondisi reset menjadi aktif, sekalipun waktu habis.

 Ø   Port B (PB7..PB0)

Port B adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internalpull-up (yang dipilih untuk beberapa bit). Port B output buffermempunyai karakteristik gerakan simetris dengan keduanya sinktinggi dan kemampuan sumber. Sebagai input, pin port B yangsecara eksternal ditarik rendah akan arus sumber jika resistor pullupdiaktifkan. Pin Port B adalah tri-stated manakala suatu kondisi reset menjadi aktif, sekalipun waktu habis.

 Ø   Port C (PC7..PC0)

Port C adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internalpull-up (yang dipilih untuk beberapa bit). Port C output buffermempunyai karakteristik gerakan simetris dengan keduanya sinktinggi dan kemampuan sumber. Sebagai input, pin port C yangsecara eksternal ditarik rendah akan arus sumber jika resistor pullupdiaktifkan. Pin Port C adalah tri-stated manakala suatu kondisi reset menjadi aktif, sekalipun waktu habis.

 Ø   Port D (PD7..PD0)

Port D adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internalpull-up (yang dipilih untuk beberapa bit). Port D output buffermempunyai karakteristik gerakan simetris dengan keduanya sinktinggi dan kemampuan sumber. Sebagai input, pin port D yangsecara eksternal ditarik rendah akan arus sumber jika resistor pullupdiaktifkan. Pin Port D adalah tri-stated manakala suatu kondisi reset menjadi aktif, sekalipun waktu habis.

 Ø   RESET (Reset input)

Ø   XTAL1 (Input Oscillator)

Ø  XTAL2 (Output Oscillator) AVCC adalah pin penyedia tegangan untuk port A dan A/D Konverter

Ø  AREF adalah pin referensi analog untuk A/D konverter.

 ARSITEKTUR MIKROKONTROLLER AT MEGA 8535

 


 






















Created : bangsoy@gmail.com











Membuat PCB dengan Software Diptrace

DipTrace merupakan salah satu software atau perangkat lunak yang berfungsi untuk men-design PCB Layout dan skematik pada rangkaian elektronika. Di dalam DipTrace terdapat 4 modul, diantaranya adalah Schematic Capture, PCB Layout, Component Editor, dan Pettern Editor. Untuk cara membuat dari rangkaian PCB Rangkaian Charger Otomatis ini, berikut adalah langkah-langkah dalam membuatnya.


1. Buka Aplikasi DipTrace melalui menu All Program, kemudian pilih opsi PCB Layout. Setelah terbuka maka akan muncul tampilan dari PCB Layout seperti ini




2. Kemudian untuk mencari komponen-komponennya, dengan meng-klik tanda panah pada menu Filter Off disebelah kiri :


3.Pada kolom Search Area, ubah "DiscreteLibrary menjadi All Libraries dengan cara mengklik tanda panah yang ada di samping kanan. Sedangkan pada kolom Search For tetap Components.























4. Untuk mencari komponen, ketikan nama dari komponen pada kolom Name. Berikut contoh tampilan PCB jika sudah memasukkan beberapa komponen:


5. Cukup klik simbol yang di lingkarkan hitam  seperti ini. untuk menambah titik seperi yang dilingkari merah







6. Setelah semua komponen tersusun, sekarang kita tinggal menyambungkan antar komponen. Untuk menyambungkannya klik simbol seperti gambar dibawah.





7. Untuk menyambungkannya, cukup klik komponen kemudian arahkan ke komponen yang lainnya.























9.Kemudian setelah itu, sambungkan antar komponen agar menjadi seperti ini.

10. Setelah tahapan akhir klik file kemudian save..

Created : bangsoy@gmail.com


Latihan Soal Essay P4E

  1. Jelaskan fungsi Komponen Power Supply berikut sesuai kode nomor pada soal gambar berikut?


  2. Sebuah komputer dapat mengalami hang, jika bagian power supply tersebut jalannya tidak normal,  Jelaskan bagian mana saja yang dapat menyebabkan hal ini!
  3. Jelaskan cara mengetes power supply computer apakah hidup atau mati?
  4. Jelaskan cara kerja sensor ultrasonik pada rangkaian interface control berbasis arduino ?
  5. Jelaskan cara kerja rangkaian decoder!

Minggu, 19 Februari 2023

Bagian-Bagian Sistem Komponen dalam Pemasangan CCTV

CCTV pertama kali dibuat oleh Walter Brunch, dan diisntal di sebuah area peluncuran roket di Jerman. Oleh karena peluncuran tersebut dirasa berbahaya, dan banyak orang yang ingin menyaksikannya, maka dibuatlah CCTV sehingga dapat digambarkan secara detail mengenai peluncurannya. Teknologi CCTV masih digunakan untuk melihat peluncuran roket, namun meluas fungsinya ke keamanan bank, institusi militer dan tempat lain yang membutuhkan pengamanan yang tinggi. Di tahun 1990 dan 2000, camera CCTV mulai dipakai di area publik, seperti di sudut jalan di negara Inggris. Teknologi CCTV telah membuat evolusi jalan keamanan di sector publik dan private. CCTV juga diperbolehkan oleh lingkungan hukum untuk menyelesaikan kriminalitas di area, dimana camera CCTV dipasang. Sekarang ini, camera CCTV mudah diidentifikasi oleh setiap orang. Banyak camera CCTV yang dipasang di langitlangit rumah, dinding atau atap bangunan. Camera CCTV memiliki lensa di bagian depan, dan untuk CCTV model baru berwarna hitam dan berbentuk kecil, juga dapat melakukan maneuver putaran 360 derajat. Masa depan teknologi camera CCTV sepertinya akan semakin menarik, Dimulai dari computer yang mulai menggunakan camera CCTV control, yang akan mendeteksi pergerakan dan mengikuti siapa saja yang ada di depan computer. Kualitas gambar yang diambil camera CCTV berupa image crystal bening high-definition. CCTV untuk masa depan juga dapat digunakan untuk membaca signature dan implementasi pemandangan tengah malam (night-vision). Ketika CCTV mendeteksi adanya gerakan, maka email akan dapat dikirimkan ke alamat yang dituju, memperingatkan pemilik email akan keadaan bahaya.

Konfigurasi dari komponen-komponen CCTV dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 1. Komponen CCTV

 

Jika Anda akan memasang perangkat ini, hal pertama yang harus ditilik adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan. Kamera CCTV bisa diletakkan dalam maupun di luar rumah. Untuk kamera luar ruangan, biasanya telah didesain agar lebih tahan cuaca dan mampu menjangkau area yang lebih luas, dengan deteksi gerak yang lebih akurat. Sementara kamera untuk dalam ruang, umumnya memiliki desain yang lebih cantik agar tetap bisa berpadu apik dengan interior rumah. Berikutnya, perhatikanlah sentifitas cahaya kamera, yang berpengaruh pada kualitas gambar yang akan dihasilkan. Tentu saja, kualitas gambar ini, juga tergantung dari tingginya resolusi yang dimiliki.

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah menilik fitur pelengkap dari sebuah kamera CCTV. Anatara lain menilik kemampuan kamera untuk melakukan perubahan gerakan ke arah kiri atau ke arah kanan ( pan ) dan gerakan ke atas atau ke bawah ( tilp ), kemampuan zooming kamera untuk menangkap suatu obyek secara lebih detail, ataupun warna gambar rekaman, hitam putih atau berwarna. Gambar hitam putih pada umumnya lebih mampu mengkap gambar secara lebih tajam pada ruangan yang memiliki penerangan minim. Namun, gambar berwarna kini juga ada yang telah dilengkapi fitur untuk mengubah warna gambar untuk menjadi hitam putih. Tentu saja, kelengkapan fitur yang dipilh sebaiknya disesuaikan dengan budget yang tersedia. Komponen kamera akan menangkap obyek gambar yang akan ditransformasikan menjadi sinyal-sinyal elektronik, dan selanjutnya sinyal-sinyal tersebut akan dikonversikan dari format analog menjadi format digital dan ditransfer melalui sebuah komputer dan dikompresi untuk selanjutnya dikirim melalui jaringan. Untuk system kamera CCTV surveillance yang digunakan di lokasi tertentu misalnya dalam satu gedung, biasanya akan cukup mudah bagi kita semua bila ingin menambah jumlah kamera yang dipasang tetapi kadang-kadang untuk dapat melihat tampilan gambar dari setiap kamera yang ada menjadi permasalahan tersendiri, karena sistem jaringan yang ada di gedung tersebut kurang mendukung. Seharusnya bila gedung tersebut sudah dilengkapi dengan sistem jaringan yang baik, berapapun penambahan jumlah kamera serta darimana saja kita akan melihat tampilan gambar dari setiap kamera tidak akan menjadi masalah. Umumnya kualitas tampilan gambar yang kurang bagus juga karena dipengaruhi pencahayaan yang tidak mencukupi atau sangat kurang yang akan mengakibatkan warna yang muncul terlihat membosankan dan kabur. Ukuran yang digunakan dalam dalam pencahayaan ini adalah Lux, misalnya sinar matahari yang terang memiliki ukuran 100.000 Lux, sinar lilin hanya 1 lux. Untuk mendapatkan kualitas gambar yang bagus biasanya dibutuhkan sekitar 200 lux.

a.    Kamera CCTV

Sesuai dengan namanya, kamera CCTV memiliki fungsi untuk merekam dan mengambil gambar di sudut atau wilayah yang telah Anda tentukan. Terdapat dua jenis kamera CCTV yang berbeda berdasarkan letaknya, yaitu CCTV indoor dan CCTV outdoor. Kamera CCTV memiliki beberapa fitur pendukung untuk merekam gambar dengan jernih dalam 24 jam penuh. Seperti night vision yang membuat kamera dapat merekam gambar dengan pencahayaan terbatas atau saat malam hari, infrared dengan frekuensi tertentu yang tidak dapat pengguna lihat dengan mata telanjang manusia, dan lain sebagainya.


 


Gambar 2. Kamera CCTV

 

b.    Digital Video Recorder (DVR)

Perangkat pembantu pertama dari kamera CCTV adalah DVR. Alat dengan berbentuk balok pipih ini memiliki fungsi sebagai pengolah informasi yang diterima dari kamera CCTV, dan kemudian disimpan dalam penyimpan tertentu. DVR menjadi pusat pengolahan data dari keseluruhan perangkat CCTV. Informasi yang telah diolah di DVR dari kamera CCTV kemudian akan diteruskan ke monitor CCTV, baik dalam bentuk digital maupun analog. Dengan fungsinya yang sangat penting ini, ada baiknya Anda menyimpan DVR di ruangan terbatas yang hanya dapat diakses oleh orang tertentu dan jauh dari jangkauan umum.

 



Gambar 3. Digital Video Recorder (DVR)

 

c.       Kabel CCTV

Kabel CCTV bertugas menghubungkan satu perangkat dengan yang lainnya. Terdapat dua jenis kabel khusus yang digunakan dalam keseluruhan sistem kerja CCTV, yakni kabel coaxial dan kabel power. Kabel-kabel tersebut nantinya menyalurkan supply daya listrik ke seluruh bagian perangkat CCTV. Kabel coaxial memiliki fungsi sebagai kabel perantara antara kamera CCTV ke DVR dan menyalurkan sinyal video yang direkam kamera dan kemudian diolah oleh DVR. Sedangkan kabel power berfungsi untuk memberi daya listrik secara terpusat yang kemudian disalurkan ke kamera CCTV.

Terdapat dua kabel khusus yang digunakan pada sistem jaringan CCTV, yaitu kabel power dan kabel coaxial. Rangkaian kabel-kabel tersebut berperan untuk menyalurkan supply daya listrik ke seluruh komponen CCTV. Kabel power khusus bertugas untuk memberikan daya listrik secara terpusat untuk kemudian disalurkan ke kamera CCTV. Sedangkan kabel coaxial adalah perantara kamera pengawas dengan sinyal video.


 



Gambar 4. Kabel Khusus CCTV

 

d.      Power Supply

Sesuai dengan namanya, power supply mempunyai tugas untuk menyediakan dan mengalirkan tegangan listrik ke kamera agar keseluruhan perangkat CCTV dapat bekerja dengan efisien sesuai dengan fungsinya. Tegangan listrik yang me oleh power supply memiliki tegangan DC 12 V. Power supply merupakan komponen yang tugasnya menyediakan dan mengalirkan tegangan listrik ke kamera agar CCTV dapat menyala dan berfungsi. Tegangan listrik yang dialirkan oleh power supply adalah tegangan DC 12 V. Sehingga satu power supply secara perhitungan sudah cukup untuk menghidupkan 4 hingga 16 kamera CCTV. Namun setiap merk atau jenis CCTV memakai power supply yang berbeda-beda, ada tegangan DC 12 Volt, AC 24 Volt, atau DC 24 Volt.

 


Gambar 5. Power Supply

 

e.       Konektor RF

Pada perangkat CCTV terdapat konektor RF yang menjadi komponen penghubung atau penghantar yang terpasang di ujung kabel coaxial. Konektor ini mempunyai kegunaan untuk menghubungkan kamera CCTV dengan perangkat DVR.

Setidaknya ini membutuhkan dua jenis konektor agar CCTV dapat berfungsi, yakni DC dan BNC. Konektor DC berfungsi untuk power CCTV. Sedangkan konektor BNC atau Bayonet Neil Concelman berguna sebagai konektor kabel data. Konektor RF biasanya merupakan komponen penghubung yang dipasang pada ujung kabel coaxial. Fungsinya untuk mengoneksikan kamera CCTV dengan DVR. Dibutuhkan 2 jenis konektor agar CCTV berfungsi, yaitu BNC dan DC. Konektor BNC (Bayonet Neil Concelman) adalah konektor untuk kabel data. Sedangkan konektor DC diperuntukan bagi power CCTV.



Gambar 6. Konektor RF

f.        Storage

Sebagai pengolah dan penyimpan data, DVR tidak dapat bekerja sendiri. Terdapat penyimpan khusus atau storage yang masuk ke dalam DVR untuk menyimpan semua informasi yang telah DVR olah. Ada beberapa jenis penyimpanan yang dapat DVR gunakan, seperti Hard Disk, Cloud, NAS, ataupun SSD. Penyimpan atau storage ini memungkinkan pemilik CCTV memutar kembali rekaman dari waktu tertentu. Setiap informasi dari kamera yang diterima oleh komponen DVR selanjutnya akan diolah dan disimpan dalam sebuah storage khusus. Jenis penyimpanan yang bisa diguanakan yaitu Harddisk, Cloud, SSD atau NAS. Dengan adanya penyimpanan ini, setiap video yang terjadi sebelum-sebelumnya bisa diputar kembali jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

Gambar 7. Storage (Hardisk Penyimpan)


g.      Monitor CCTV

Perangkat terakhir adalah monitor CCTV. Monitor berfungsi sebagai penampil hasil rekaman atau hasil pemantauan kamera CCTV secara real-time. Anda dapat menggunakan jenis monitor apa saja, seperti monitor tabung, LCD, LED atau CRT. Monitor nantinya akan menampilkan hasil gambar dengan kualitas sesuai yang kamera miliki. Misalnya 1080p atau TVL 600. Monitor berfungsi sebagai penampil hasil pemantauan kamera dalam sebuah layar komputer. Jenis monitor yang digunakan bisa apa saja, mulai dari tabung, CRT, LCD, hingga LED. Monitor menerima informasi dari DVR yang kemudian informasi tersebut akan ditampilkan sebagai tampilan visual atas pengawasan kamera di lapangan. Saat ini, satu monitor CCTV sudah bisa untuk menampilkan pemantauan beberapa kamera.



Gambar 8. Monitor CCTV