Minggu, 05 Februari 2023

Decoder dan Encoder

Pengertian Decoder

Decoder merupakan sebuah alat yang dimanfaatkan untuk mengembalikan sebuah proses decoding sehingga membuat kita bisa menerima informasi yang asli. Decoder juga bisa didefinisikan sebagia serangkaian logika yang berguna untuk menerima masukan atau input biner dan kemudian mengaktifkan salah satu output dengan berdasarkan ukuran pada biner tersebut.

Salah satu fungsi yang dimiliki oleh decoder adalah untuk memberikan kemudahan dalam menyatakan seven segmen. Alasan inilah yang membuat kita lebih menggunakan decoder ketika hendak menyalakan seven segmen.

Beberapa rangkaian yang menggunakan decoder yang mungkin seringkali Anda temui yakni decoder dengan rangkaian 3 x 8 atau 3 bit 8 output line, 4 x 16 atau 4 input 16 output line, decoder yang berjenis BCD to 7 segmen dengan 4 bit input dan 8 output line, dan juga decoder berjenis BCD to Decimal yang memiliki 4 bit input dan juga 10 output line.

Pengertian Decoder adalah

Sementara itu, salah satu IC decoder yang paling sering digunakan adalah 74138. IC yang satu ini telah dilengkapi dengan 3 input bit dan 8 output line yang memiliki nilai input 1 pada setiap output line-nya tersebut. Di sisi lain, pengertian decoder juga sekilas tidak jauh berbeda dengan demultiplexer. Namun yang membedakan adalah decoder ini tidak menggunakan data input. Jadi, input yang ada hanya digunakan untuk data control.

Definisi lain untuk decoder juga bisa dibentuk melalui sebuah susunan dari gerbang logika dasar maupun juga yang menggunakan IC dan dijual banyak di pasaran. Beberapa jenis decoder tersebut antara lain: 74LS154, 74LS155, 74LS48, 74LS138, dan lain sebagainya. Dengan adanya IC ini, maka Anda bisa dengan mudah ketika hendak merangkai decoder yang memiliki bit dan keluaran sesuai dengan yang Anda inginkan. Contohnya, ketika Anda hendak merancang decoder dengan 32 output line dengan IC decoder yang memiliki 8 output line.

Fungsi Decoder

Pengertian Decoder dan Fungsinya

Sekarang kita akan beralih membahas mengenai fungsi dari decoder. Seperti yang sudah kami jelaskan bahwa dengan adanya decoder, maka Anda akan lebih mudah di dalam mengalakan seven segmen. Dengan menggunakan decoder, maka waktu menyalakan seven segmen tidak membutuhkan waktu yang lama. Dengan begitu, maka Anda bisa menghemat waktu Anda.

Anda juga harus tahu bahwa output yang dimiliki oleh decoder maksimum 2n. Hal ini membuat membuat Anda bisa membentuk n to 2n decoder. Ketika Anda hendak merangkai decoder, maka Anda harus membuat 3 to 8 decoder atau dengan menggunakan 2 to 4 decoder. Pada akhirnya nanti akan terbentuk 4 to 16 decoder yang juga menggunakan 2 buah 3 to 8 decoder.

Syarat Decoder

Anda harus tahu bahwa decoder harus memenui persyaratan agar ia bisa menjadi sebuah rancangan. Persyaratannya yakni m < 2 n. Nilai m merupakan sebuah kombinasi output dan untuk n mewakili jumlah bit input. Satu dari input hanya bisa mewakili satu kombinasi output saja.

Tabel Kebenaran Decoder 

Tabel Kebenaran Decoder

Tabel Kebenaran Decoder 

Berikut ini akan kami berikan informasi mengenai seperti apa tabel kebenaran decoder. Namun sebelum itu Anda harus tahu bahwa rangkaian decoder bersifat keterbalikan dibandingkan dengan encoder. Maksudnya, ia merubah sebuah kode biner menjadi sebuah sinyal diskrit.

Di bawah ini ada sebuah tabel kebenaran decoder BCD yang terhubung ke 7 segmen yang perlu dipahami sebelum Anda mulai merangkainya.

Apa Perbedaan Encoder dan Multiplexer Decoder?

Encoder merupakan suatu rangkaian logika yang digunakan untuk mengubah kode dari yang bisa dipahami oleh manusia ke kode yang tidak dipahami atau bahkan tidak dikenal oleh manusia. Sementara untuk decode, ia merupakan rangkaian logika yang berguna untuk mengubah kode yang tidak dikenal manusia menjadi kode yang dikenal oleh manusia.

Perlu dipahami bahwa rangkaian yang dimiliki oleh encoder memiliki beberapa input line yang mana salah satu dari beberapa input tersebut telah atau harus diaktifkan di waktu tertentu. Kemudian, input tersebut akan menghasilkan sebuah kode output berupa N-bit dengan rangkaian yang merupakan aplikasi gerbong or.

Pengertian Decoder dan Bedanya dengan Multiplexer

Sementara untuk rangkaian priority encoder adalah rangkaian yang bersifat prioritas yang dibagi menjadi dua. Misalnya jika ternyata terdapat dua atau lebih input yang menghasilkan nilai ‘1’ di saat yang bersamaan, maka nanti input yang mempunyai prioritas tertinggilah yang akan diambl.

Lalu bagaimana dengan rangkaian decoder? Rangkaian decoder sebenarnya terdiri dari beberapa macam yakni:

  • Decoder 3 x 8 dimana input line-nya berjumlah 3 dan output-nya berjumlah 8.
  • Decoder 4 x 16, dimana inputnya berjumlah 4 dan outputnya berjumlah 8.
  • Decoder BCD to Decimal, maksudnya rangkaian ini memiliki 4 bit input dan juga 8 bit output.
  • Decoder BCD to seven segment, dimana rangkaian ini hadir dengan 4 input dan juga 8 output line.

Ada hal penting yang juga tidak boleh diabaikan. Khusus untuk rangkaian BCD to seven segment, ia memiliki prinsip dan cara kerja yang tidak sama dengan jenis rangkaian decoder lainnya. Kombinasi dari setiap input yang dimilikinya tersebut nanti bisa mengaktifkan beberapa output yang artinya tidak hanya berasal dari satu line saja.

Di sisi lain, multiplexer merupakan sebuah rangkaian logika yang bertugas menerima input data digital dan kemudian menyeleksi beberapa atau salah satu dari input tersebut yang kemudian akan dikeluarkan ke output line-nya.

Multiplexer ini berguna untuk data collector yang mana nanti data yang masuk berasal dari N sumber. Kemudian diseleksi dengan cara dipilih salah satnya yang selanjutnya akan diteruskan menuju saluran tunggal. Masukkan data tersebut bisa berupa beberapa jalur yang mana setiap jalurnya memiliki lebih atau malah hanya ada satu bit saja.

Pengertian Encoder Dalam Logika Digital


Encoder adalah rangkaian kombinasional yang mana merupakan operasi kebalikan dari Decoder. Encoder memiliki maksimum 2n jalur input dimana "n" adalah jalur output. Karena mengkode informasi dari input 2n menjadi kode n-bit. Encoder akan menghasilkan kode biner yang setara dengan input yang mana adalah "Aktif Tinggi". Oleh karena itu, encoder mengkodekan 2n jalur input dengan ‘n’ bit.
Gambar-Encoder-Digital
Untuk encoder sederhana, dapat diasumsikan bahwa hanya satu jalur input yang aktif pada satu waktu. Sebagai contoh, mari simak enkoder Oktal ke Biner. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini, oktal ke biner encoder adalah jenis encoder 8 jalur input dan dihasilkan 3 jalur output.


Gambar-Encoder-Oktal-Ke-Biner

Pengertian Encoder Pada Mesin Untuk Motion Feedback & Motion Control


Encoder adalah salah satu peralatan permesinan yang dapat ditemukan hampir di semua industri. Berdasarkan penggunaanya, encoder adalah sensor gerak mekanis yang menghasilkan sinyal digital sebagai respons terhadap gerakan. Sebagai perangkat elektro-mekanis, encoder dapat memberikan informasi kepada pengguna sistem kontrol gerak mengenai posisi, kecepatan, dan arah.

Ada dua jenis encoders yaitu linear dan rotary. Encoder linier merespons gerakan di sepanjang jalur, sedangkan rotary encoder merespons gerakan rotasi. Suatu enkoder pada umumnya dikategorikan berdasarkan sarana keluarannya.

Disamping encoder linier dan rotary, berdasarkan sinyalnya ada yang disebut incremental encoders dan absolut encoders.


Cara Kerja Encoder



Secara sederhana, cara kerja sebuah Encoder adalah menggunakan berbagai jenis teknologi untuk menghasilkan sinyal, termasuk: mekanik, magnetik, resistif, dan optik (ini yang paling umum). Dalam pengindraan optik, encoder memberikan umpan balik berdasarkan gangguan cahaya.
Gambar-Cara-Kerja-Encoder
Gambar di atas menguraikan bagaimana sebuah konstruksi dasar dari incremental rotary encoder  menggunakan teknologi optik. Sinar cahaya yang dipancarkan dari LED melewati Code Disk, yang berbentuk dengan garis-garis buram (seperti jari-jari pada roda sepeda). 

Saat poros enkoder berputar, sinar cahaya dari LED terputus oleh garis-garis buram pada Code Disk sebelum diambil oleh Fotodetektor Assembly. Ini akan menghasilkan sinyal pulsa dengan: Menyala = on, tidak menyala = off. Sinyal selanjutnya akan dikirim ke counter atau pengontrol, yang kemudian akan mengirim sinyal untuk menghasilkan fungsi yang diinginkan.

Pentingnya Sebuah Encoder


Seperti yang telah dijelaskan encoder adalah perangkat yang dapat mengubah gerakan menjadi sinyal listrik yang dapat dibaca oleh beberapa jenis perangkat kontrol dalam sistem kontrol gerak, seperti counter atau PLC. Encoder adalah peralatan yang dapat mengirimkan sinyal umpan balik yang dapat digunakan untuk menentukan posisi, jumlah, kecepatan maupun arah.

Perangkat kontrol dapat menggunakan informasi ini untuk mengirim perintah untuk fungsi tertentu. Sebagai contoh:

  1. Dalam aplikasi peralatan pemotong otomatis, sebuah encoder dengan roda pengukur dapat memberi tahu perangkat kontrol berapa banyak bahan yang telah diumpankan, sehingga perangkat kontrol tahu kapan harus memotong.
  2. Dalam sistem aplikasi label servo presisi, sinyal encoder digunakan oleh PLC untuk mengontrol waktu dan kecepatan rotasinya.
  3. Dalam aplikasi percetakan, umpan balik atau feedback dari encoder mengaktifkan print head untuk membuat tanda pada lokasi tertentu.
  4. Pada sebuah crane, encoder yang dipasang pada poros motor dapat memberikan umpan balik posisi sehingga crane tahu kapan harus mengambil atau melepaskan bebannya.
  5. Dan masih banyak lagi, seperti pada penggunaan encoder pada observatorium, rel kereta api, tangga berjalan, dll.

Tidak ada komentar: