Kamis, 22 Agustus 2024

Proses Bisnis Bidang Manufaktur dan Rekayasa Elektronika

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, peserta didik diharapkan mampu:

1. Menjelaskan perancangan produk;
2. Menjelaskan alur mata rantai pasok (supply chain);
3. Menjelaskan proses produksi pada industri manufaktur dan rekayasa elektronika dari hasil eksplorasi informasi dari berbagai sumber;
4. Menjelaskan cara perawatan peralatan produksi; dan
5. Menjelaskan pengelolaan sumber daya manusia dengan memperhatikan potensi dan kearifan lokal.


Manufaktur merupakan proses pembuatan barang dan jasa untuk rakitan elektronik dalam jumlah besar  dengan menggunakan tenaga kerja dan peralatan, dengan cara mengubah bahan baku menjadi produk yang sesuai dengan permintaan konsumen. Konigurasi dalam berbagai material yang dihubungkan berbagai teknik disebut dengan elektronika rekayasa. Rangkaian elektronika yang terdapat pada peralatan elektronika tersusun dari berbagai komponen eletronika seperti dioda, transistor, dan IC (Integrated Circuit).

A. Perancangan Produk
Perancangan produk manufaktur merupakan sebuah langkah strategis untuk bisa menghasilkan produk-produk industri yang secara komersial harus mampu dicapai untuk menghasilkan pengembalian modal. Salah satu contoh hasil perancangan produk manufaktur adalah peralatan elektronika rumah tangga 
yang sering kita jumpai sehari-hari. Produk rekayasa elektronika adalah produk yang dibuat atas dasar kebutuhan pelanggan, untuk mengembangkan sistem menjadi lebih praktis, dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan baik kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier. Contoh produk rekayasa  elektronika misalnya televisi, komputer, radio, dan ponsel, yang diproduksi oleh berbagai pemanufaktur. Dalam dunia pemasaran, setiap kali ada produk muncul di pasaran, dapat dipastikan akan muncul produk-produk lain yang sejenis. Hal ini memunculkan persaingan antara satu produk dan
produk lain yang sejenis, sehingga akan ada produk yang laku di pasaran dan ada produk yang kurang diminati oleh konsumen.  gar dapat bertahan di pasaran, suatu produk harus memiliki keunggulan dibandingkan produk yang lain. Penampilan, manfaat, juga harga yang bersaing dapat menjadi faktor penentu untuk menjadikan suatu produk bertahan dan diminati konsumen. Salah satu contoh peristiwa ini misalnya pada telepon seluler atau ponsel. Penemu ponsel pertama adalah direktur Motorola yang bernama Martin Cooper. Produk pertamanya adalah DynaTAC (Dynamic Adaptive Total Area Coverage) pada tahun 1973. Selain Motorola, ada perusahaan Bel Labs yang merupakan rival utama dalam bisnis telekomunikasi di Amerika Serikat kala itu.  Ukuran DynaTAC sangat besar dan tidak nyaman dibawabawa. Beratnya mencapai 2 pon atau hampir 1 kg. Jika digunakan untuk menelepon, lama pemakaian maksimal adalah 30 menit. Bayangkan apabila kalian menggunakan ponsel itu. Betapa susah kita membawanya untuk aktivitas sehari-hari. Bandingkan dengan ponsel saat ini yang berukuran kecil, ringan, tetapi lengkap dengan berbagai fasilitas.

Perancangan produk meliputi tampilan luar produk sampai isi di dalamnya. Contoh perancangan produk elektronik misalnya simulator menggunakan aplikasi simulator berbasis Android dan PC. Aplikasi simulator Android misalnya Every Circuit, Droid Tesla, ElektroDroid, PCB Droid, Logic Simultor, Circuit Solver, dan lain-lain. Aplikasi simulator berbasis PC misalnya Livewire, Elektronic Workbench (EWB), NI Multisim, Fritzing, AutoDesk Circuits, Proteus ISIS, GERBER, Eagle, dan lain-lain. 
Semua aplikasi simulator PC pada dasarnya sama dalam menyelesaikan perancangan produk elektronik. Yang membedakan secara garis besar adalah fungsi setiap ikon pada aplikasinya. Contohnya aplikasi Eagle. Di PC, ikonnya berbentuk seperti ini: Setelah dibuka dengan mengeklik ikonnya dua kali, kita disambut oleh tampilan aplikasi Eagle.

B. Supply Chain Management (SCM)
Supply chain management atau manajemen rantai pasok merupakan sebuah sistem terkoordinasi yang terdiri dari sumber daya manusia, aktivitas, informasi, dan lain-lainnya yang mendistribusikan produk atau jasa dari pemasok kepada pelanggan. Di dalam manajemen rantai pasok ada tahap perencanaan, penjadwalan suatu penyediaan, pembuatan, dan pengantaran hasil produksi kepada pelanggan. Proses pengiriman produk ke pelanggan terdiri dari kerja sama harian, pekerjaan, penyimpanan, dan pemeliharaan informasi dari pembeli sampai penyedia barang. 


emua produk manufaktur dan rekayasa, seperti alat telekomunikasi, alat rumah tangga, dan alat teknik merupakan permintaan konsumen. Untuk membuatnya, dibutuhkan bahanbahan yang didapatkan dari pemasok untuk dibuat menjadi produk jadi oleh pemanufaktur. Semua produk yang dihasilkan pemanufaktur akan didistribusikan ke konsumen melalui pemasok.

C. Proses Produksi pada Industri Manufaktur dan Rekayasa Elektronika
Proses produksi pada industri manufaktur dan rekayasa elektronika adalah kegiatan menggabungkan beberapa komponen menjadi sebuah alat yang dapat memberikan manfaat bagi konsumen. 
TV terdiri dari berbagai komponen, seperti power supplyrangkaian audio, rangkaian video, rangkaian penerima sinyal, layar, dan lain-lain. Kita ambil contoh cara produksi rangkaian power supply. Kalian sudah membaca tentang proses perancangan produk. Kita pilih aplikasi komputer untuk proses awal membuat
rangkaian dan lanjutkan dengan membuat layout PCB.
Tahap selanjutnya adalah mencetak hasil layout pada kertas, baik menggunakan kertas foto, kertas stiker, atau jenis lain. Lalu potong PCB sesuai ukuran layout yang kita buat, tempel, lalu setrika. Untuk melarutkan PCB yang sudah disetrika kita dapat menggunakan berbagai macam bahan seperti feri klorida. Setelah larut sampai membentuk jalur sesuai layout PCB, angkat, bersihkan PCB lalu amplas agar jalur PCB bersih dan siap untuk proses soldering.
Dalam kehidupan sehari-hari, kalian sudah merasakan manfaat televisi, misalnya mendapatkan informasi dan hiburan. Dapatkah kalian menjelaskan cara kerja televisi? Televisi menampilkan gambar dan mengeluarkan suara yang dapat kalian nikmati dan dengarkan. Televisi dapat menyala karena mendapatkan tenaga dari sumber listrik. Sumber listrik inilah yang juga memberikan tenaga pada alat-alat elektronik lain seperti laptop, lampu, kulkas, radio, ponsel, pompa air, dan banyak lagi.

D. Perawatan Peralatan Produksi
Perawatan secara umum berfungsi untuk memperpanjang umur serta mengusahakan agar mesin dan peralatan produksi selalu dalam keadaan optimal dan siap pakai untuk pelaksanaan proses produksi. Untuk mencapai target produksi, perawatan peralatan produksi harus menjadi perhatian. Bayangkan misalnya lampu penerangan jalan di depan rumah kalian tiba-tiba mati. Setelah dicek, ternyata ada komponen baterai yang tegangannya habis. Meski hanya satu komponen saja yang tidak berfungsi, keseluruhan sistem menjadi terganggu. Jika dibandingkan, komponen peralatan industri pasti jauh lebih rumit. Karena itu, agar dapat selalu beroperasi dengan lancar dan maksimal, peralatan harus dirawat dengan baik dan rutin.

Perawatan dapat digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu:
1. Perawatan ketika mesin mengalami kerusakan. Perawatan ini dilakukan setelah mesin mengalami kerusakan, seperti mesin sudah mati total.
2. Perawatan pencegahan, yaitu perawatan mesin yang dilakukan sebelum mengalami kerusakan. Perawatan ini dapat dilakukan secara berkala atau secara prediktif (mengantisipasi kerusakan sebelum terjadi kerusakan total).
3. Perawatan korektif, yaitu perawatan yang dilakukan pada mesin yang masih beroperasi tetapi tidak bekerja normal. Karena itu dilakukan tindakan identiikasi kerusakan dan tindakan perbaikan pada alat.


E. Pengelolaan Sumber Daya Manusia dengan Memperhatikan Potensi dan Kearifan Lokal
Sumber daya manusia adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian  pengadaan tenaga kerja. Sumber daya manusia merupakan salah satu  elemen paling penting agar sebuah bisnis atau perusahaan dapat berjalan dengan baik. Tanpa adanya elemen tersebut atau jika kualitasnya kurang baik, perusahaan akan sulit untuk berjalan dan beroperasi dengan semestinya meski sumber daya yang lain telah terpenuhi. Setiap posisi pekerjaan memerlukan keterampilan tersendiri, sehingga sebelum bekerja dilakukan pembekalan atau latihan kerja. Dengan latihan kerja, diharapkan seorang karyawan akan dapat menjalankan tugas di posisi pekerjaannya dengan baik sesuai prosedur. Dengan demikian, ia dan lingkungan kerjanya akan aman dan selamat dalam bekerja. Selain itu tentu sesuai harapan perusahaan yaitu memenuhi target produksi.

Potensi dan kearifan lokal adalah potensi unggulan yang bisa menjadi karakteristik sebuah daerah. Jika dilihat dari makna katanya, kearifan lokal berasal dari 2 kata, yakni kearifan dan lokal. Kearifan berarti kebijaksanaan dan lokal berarti setempat. Dengan demikian, kearifan lokal yaitu gagasan, nilai, atau pandangan yang berlaku di suatu daerah tertentu yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam, dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Pengelolaan sumber daya manusia yang baik dalam perusahaan harus memperhatikan potensi karyawan sekaligus kearifan lokal yang berlaku. Dengan demikian, karyawan menjadi mahir dan profesional dalam menjalankan pekerjaannya, tetapi
tidak meninggalkan budaya masyarakat setempat. Inilah yang dimaksud dengan kualitas sumber daya manusia yang meningkat.

Seperti yang sudah kita ketahui, saat ini kita sudah memasuki era revolusi industri 4.0. Dampak revolusi industri 4.0 mudah ditemukan di berbagai bidang kehidupan. Di bidang industri, pabrik lebih memilih menggunakan mesin canggih untuk memproduksi barang dan jasa karena dinilai lebih efektif dalam segi waktu dan biaya. Akibatnya terjadi pemutusan hubungan kerja pada karyawan pabrik. Selain itu persaingan kerja semakin ketat. Di bidang budaya, pelaku budaya lokal semakin berkurang.
Budaya lokal tergeser oleh budaya modern. Aktif melestarikan budaya lokal dianggap sebagai tradisional dan tertinggal. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi boleh melaju terus-menerus. Namun, budaya bangsa Indonesia harus dipegang teguh dalam menjalankan tanggung jawab moral kebangsaan. Bangsa Indonesia kaya dengan kearifan lokal. Kearifan ini bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan organisasi maupun berbagai sektor.

 

Alat Pelindung Diri (APD) dan Jenis-jenisnya

Alat Pelindung Diri (APD) untuk K3 – Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment adalah alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga efektif melindungi pekerja sebagai penggunanya.

Di dalam Perusahaan Manufakturing terutama yang bergerak dalam Produksi Perakitan Elektronika, beberapa resiko pekerjaan yang berpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan serta berpotensi menimbulkan kecelakan kerja antara lain proses menyolder, proses pemotongan kaki Komponen Elektronika, proses penggunaan bahan-bahan kimia, suara-suara yang timbul akibat mesin produksi, pembuangan limbah dan kegiatan pemindahan bahan-bahan produksi. Oleh karena itu, pekerja-pekerja yang mengerjakan proses tersebut memerlukan perlengkapan atau alat untuk melindungi dirinya sehingga mengurangi resiko bahaya dan kecelakaan kerja. Alat Pelindung Diri atau APD ini merupakan salah satu syarat penting dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau SMK3.

Alat Pelindung Diri (APD) dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

  1. Alat Pelindung Kepala antara lain : Helmet (Topi Pengaman), Safety Glass (Kacamata Pengaman), Masker, Respirator, Ear Plugs (Penutup Telinga).
  2. Alat Pelindung Badan antara lain : Apron, Jas Laboratorium
  3. Alat Pelindung Anggota Badan diantaranya adalah : Sepatu Pelindung (Safety Shoes/Boot), Sarung Tangan (Hand Gloves).

Jenis-jenis Alat Pelindung Diri (APD)

Berikut ini adalah Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang sering digunakan dalam Produksi Elektronika.

1. Alat Pelindung Kepala

1.1. Topi Pelindung (Safety Helmet)

1.1. Topi Pelindung (Safety Helmet)

Helmet atau Topi Pelindung digunakan untuk melindungi Kepala dari paparan bahaya seperti kejatuhan benda ataupun paparan bahaya aliran listrik. Pemakaian Topi Pelindung (Safety Helmet) harus sesuai dengan lingkar kepala sehingga nyaman dan efektif melindungi pemakainya. Di Produksi Elektronika, Topi pelindung biasanya digunakan oleh Teknisi Mesin dan Petugas Gudang.

Terdapat 3 Jenis Helmet berdasarkan perlindungannya terhadap listrik, yaitu:

  1.  Helmet Tipe General (G) yang dapat melindungi kepala dari terbentur dan kejatuhan benda serta mengurangi paparan bahaya aliran listrik yang bertegangan rendah hingga 2.200 Volt
  2.  Helmet Tipe Electrical (E) yang dapat melindungi kepala dari terbentur dan kejatuhan benda serta mengurangi paparan bahaya aliran listrik yang bertegangan tinggi hingga 22.000 Volt
  3. Helmet Tipe Conductive (C) yang hanya dapat melindungi kepala dari terbentur dan kejatuhan benda tetapi tidak melindungi kepala dari paparan bahaya aliran listrik.

1.2. Kacamata Pelindung (Safety Glass)

Kacamata Pelindung adalah alat yang digunakan untuk melindungi mata dari bahaya loncatan benda tajam, debu, partikel-partikel kecil, mengurangi sinar yang menyilaukan serta percikan bahan kimia. Kacamata Pelindung terdiri dari 2 Jenis yaitu :

  1. Safety Spectacles, berbentuk Kacamata biasa dan hanya dapat melindungi mata dari bahaya loncatan benda tajam, debu, partikel-partikel kecil dan mengurangi sinar yang menyilaukan. Biasanya dipakai pada Proses menyolder dan Proses pemotongan Kaki Komponen.
  2. Safety Goggles, Kacamata yang bentuknya menempel tepat pada muka. Dengan Safety Goggles, mata dapat terlindung dari bahaya percikan bahan kimia, asap, uap, debu dan loncatan benda tajam. Biasanya dipakai oleh Teknisi Mesin Produksi.

1.3. Penyumbat Telinga (Ear Plug)

Penyumbat Telinga atau Ear Plug digunakan untuk melindungi alat pendengaran yaitu telinga dari Intensitas Suara yang tinggi. Dengan menggunakan Ear Plug, Intensitas Suara dapat dikurangi hingga 10 ~ 15 dB. Ear Plug biasanya digunakan oleh Pekerja yang bekerja di daerah produksi yang memiliki suara mesin tinggi seperti SMT (Surface Mount Technology) ataupun Mesin Produksi lainnya.

1.4. Penutup Telinga (Ear Muff)

Penutup Telinga atau Ear Muff adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat pendengaran dari Intensitas Suara yang tinggi. Ear Muff dapat mengurangi intensitas suara hingga 20 ~ 30dB. Ear Muff terdiri dari Head Band dan Ear Cup yang terbuat dari bantalan busa sehingga dapat melindungi bagian luar telinga (daun telinga). Ear Muff sering digunakan oleh Teknisi Mesin dan Generator (Genset).

1.5. Masker

Masker adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat-alat pernafasan  seperti Hidung dan Mulut dari resiko bahaya seperti asap solder, debu dan bau bahan kimia yang ringan. Masker biasanya terbuat dari Kain atau Kertas. Masker umumnya dipakai di proses menyolder.

1.6. Respirator

Respirator adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat-alat pernafasan   seperti Hidung dan Mulut dari resiko bahaya seperti asap solder, bau bahan kimia, debu, Uap, Gas serta Partikel Mist dan Partikel Fume. Respirator sering dipakai oleh Teknisi Mesin Solder, Operator Pengecatan (Painting) dan Proses bahan Kimia lainnya.

2. Alat Pelindung Badan

apron (celemek), alat pelindung tubuh

2.1. Apron (Celemek)

Apron atau sering disebut dengan Celemek adalah alat pelindung tubuh dari percikan bahan kimia dan suhu panas. Apron atau Celemek sering digunakan dalam proses persiapan bahan-bahan kimia dalam produksi seperti Grease, Oli, Minyak dan Adhesive (perekat).

 

3. Alat Pelindung Anggota Badan

alat pelindung anggota badan

3.1. Sarung Tangan (Hand Glove)

Sarung Tangan adalah perlengkapan yang digunkan untuk melindungi tangan dari kontak bahan kimia, tergores atau lukanya tangan akibat sentuhan dengan benda runcing dan tajam. Sarung Tangan biasanya dipakai pada proses persiapan bahan kimia, pemasangan komponen yang agak tajam, proses pemanasan dan lain sebagainya. Jenis-jenis sarung tangan diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sarung Tangan Katun (Cotton Gloves), digunakan untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.
  2. Sarung Tangan Kulit (Leather Gloves), digunakna untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.
  3. Sarung Tangan Karet (Rubber Gloves), digunakan untuk melindungi tangan dari kontak dengan bahan kimia seperti Oli, Minyak, Perekat dan Grease.
  4. Sarung Tangan Electrical, digunakan untuk melindungi tangan dari kontak dengan arus listrik yang bertegangan rendah sampai tegangan tinggi.

3.2. Sepatu Pelindung (Safety Shoes)

Sepatu Pelindung atau Safety Shoes adalah perlengkapan yang digunakan untuk melindungi kaki dari kejatuhan benda, benda-benda tajam seperti kaca ataupun potongan baja, larutan kimia dan aliran listrik. Sepatu Pelindung terdiri dari baja diujungnya dengan dibalut oleh karet yang tidak dapat menghantarkan listrik. Sepatu Pelindung wajib digunakan oleh Teknisi Mesin dan Petugas Gudang.

Melakukan Soldering

Soldering merupakan sebuah kegiatan atau proses yang sangat penting dalam Perakitan eletronik, Jika Proses Soldering (proses menyolder) tidak dilakukan dengan baik maka akan banyak sekali permasalahan kualitas yang akan terjadi, baik permasalahan yang terjadi saat produksi maupun permasalahan yang terjadi setelah dipakai oleh konsumen. Permasalahan kualitas yang timbul dalam manual soldering adalah disebabkan oleh ketidakpahaman (kurangnya Pelatihan /Training) ketidakdisplinan dari Manusia itu sendiri.

Sebelum kita memulai menyolder komponen elektronika, kita harus mempersiapkan peralatan dan Materialnya. Peralatan kerja di Manual soldering antara lain :
1. Soldering Iron
2. Stand Soldering Iron
3. Smoke Absorber (kipas penyedot asap)
4. Sponge atau Cleaning wire untuk membersihkan solder tip

Sedangkan Material yang harus dipersiapkan adalah solder wire. Solder Wire merupakan timah yang berbentuk Kawat (wire) dan ditengah-tengahnya timah terdapat flux yang berfungsi untuk membersihkan dan memudahkan solder menempel di kaki komponen dan PCB. Solder wire terdiri dari berbagai diameter sesuai dengan tujuan pemakaiannya seperti : 0.5mm, 0.8mm, 1.0mm dan biasanya digulungkan (Untuk lebih jelas mengenai bentuk solder wire, bisa di lihat di artikel pengenalan soldering.

Setelah peralatan dan material sudah siap, maka ON-kan (nyalakan) Soldering Iron dan Smoke absorber. Tunggu beberapa saat agar suhu (temperatur)  mencapai kepanasan tertentu. Kemudian ukurlah suhu (temperatur) soldering iron tersebut dengan memakai Thermometer khusus Soldering Iron (soldering tester).

Ingat : Suhu atau temperatur harus sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, karena setiap jenis komponen dan PCB memiliki spesifikasi suhu atau temperatur tersendiri.

Cara Memegang Soldering Iron

Peganglah soldering Iron di tangan Kanan
Soldering Iron harus dipegang dengan baik agar penyolderannya tidak bergetar. Cara memegangnya seperti gambar dibawah ini :

Cara Memegang Solder

Cara Memegang Solder Wire (Timah)

Peganglah Solder Wire di tangan kiri, Solder wire harus dipegang sekitar 2cm dari ujung agar memudahkan memberikan solder wire saat melakukan proses penyolderan, seperti gambar dibawah ini :Cara pegang solder wire (wire timah)

Posisi Solder dan Solder Wire (Timah)

Posisi soldering iron harus sekitar 45° mengenai bagian kaki komponen dan PCB yang akan disolder, kemudian sentuhkan solder wire ke soldering iron tip. Posisi 45° adalah untuk menyeimbangan panas yang mengenai PCB dan solder wire agar kedua-duanya mendapatkan panas yang cukup dan juga untuk mempermudahkan pencairan solder wire saat solder wirenya disentuh ke soldering iron tip.Posisi solder iron dan solder wire

Urutan Kerja Cara Solder yang benar agar kualitas solder memenuhi standar

  1. Letakkan soldering iron tip diantara Kaki PCB dan Kaki komponen agar kedua-duanya mendapatkan panas yang cukup.

Langkah Pertama Menyolder komponen

  1. Berikanlah Solder Wire dengan jumlah yang secukupnya di lokasi yang akan disolder dengan berkenaan ke soldering iron tip agar solder wire meleleh (mencair).

Langkah Kedua Menyolder komponen

  1. Jika timah yang diperlukan sudah cukup, angkatlah solder wire terlebih dahulu agar solder wire-nya tidak lengket di daerah yang kita solder

Langkah Ketiga Menyolder komponen

  1. Terakhir, angkatlah Soldering Iron. Kemudian periksa kembali hasil soldernya
  2. Langkah Keempat Menyolder komponen

    Sumber : https://produksielektronik.com/cara-menyolder-komponen-elektronika-dengan-benar

Selasa, 20 Agustus 2024

Teknik Soldering & Desoldering (DK-TE Kelas X)

Soldering Jika berdiri sendiri, suatu komponen elektronika mungkin tidak akan berfungsi. Agar komponen-komponen tersebut memiliki fungsi, setiap komponen harus dirangkai menjadi sebuah rangkaian sistem elektronika pada papan sirkuit. Proses menghubungkan komponen-komponen elektronika dengan papan sirkuit (PCB) disebut kegiatan menyolder (soldering). Pada industri manufaktur, proses soldering dilakukan secara otomatis menggunakan mesin solder otomatis. Namun, pada keadaan tertentu dilakukan juga penyolderan secara manual.

Proses penyolderan dapat memengaruhi baik-buruknya fungsi antarkomponen. Hal ini terjadi karena adanya koneksi yang buruk antara komponen dengan sirkuit PCB. Pada proses soldering menggunakan mesin, hasil yang dicapai lebih baik dibandingkan dengan soldering manual. Pada soldering menggunakan mesin, terlebih dahulu dilakukan proses setting pada mesin, baik kecepatannya maupun suhu yang pas untuk proses tersebut. Pada proses soldering manual, kalian harus lebih berhati-hati pada saat melakukannya. Jika suhu solder terlalu tinggi, hal tersebut akan merusak komponen-komponen elektronik yang tidak tahan suhu tinggi. Jika suhu terlalu rendah, hasil penyolderannya menjadi kurang baik. Ada beberapa jenis solder dengan fungsi yang berbeda-beda, di antaranya:

a.    Solder Biasa Solder biasa yaitu solder yang umum digunakan dan banyak ditemui di pasaran. Solder jenis ini memiliki fungsi yang sederhana yaitu menyambungkan komponen dengan PCB. Secara umum, spesikasi solder jenis ini dapat dibedakan berdasarkan besar dayanya, misalnya 40 Watt, 60 Watt, 80 Watt, dan lain-lain.

b.    Solder dengan Pengontrol Suhu, Solder dengan pengontrol suhu memiliki kemampuan dalam mengontrol suhu, sehingga suhu akan stabil dan konstan dalam pemakaian yang cukup lama. Solder jenis ini memiliki batasan terperatur antara 200–480°C.

c.    Solder Uap (Hot Air) Solder uap adalah solder yang proses pemanasannya menggunakan embusan angin panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas pada perangkat soldernya. Pada solder uap ada dua pengaturan, yaitu pengaturan kemampuan panas yang dikeluarkan oleh mata solder dan pengaturan tekanan uap panas yang dikeluarkan atau diembuskan pada mata solder. Solder jenis ini beroperasi ada suhu 100–500°C.

Pada saat menyolder, kalian hendaknya memperhatikan keselamatan kerja sebagai berikut:

a.       Gunakanlah kacamata pelindung untuk melindungi mata dari asap solder.

b.       Lakukan penyolderan di tempat yang berventilasi baik. Jika tidak, pasang pengisap asap/kipas untuk membuang asap.

c.       Setelah menggunakan solder atau saat solder sedang tidak digunakan, hendaknya disimpan pada stan solder.

d.       Penyolderan lebih baik dilakukan di tempat yang berventilasi baik atau menggunakan alat pengisap asap.

e.       Cuci tangan setelah selesai melakukan pekerjaan solder.

Solder merupakan alat bantu dalam merakit atau membongkar rangkaian elektronika pada rangkaian yang terdapat pada papan PCB. solder merupakan alat elektronika yang mengubah energi listrik menjadi energi panas. Solder banyak jenis dan beragam bentuknya, pada umumnya berbentuk seperti pistol, dan lurus dengan mata solder di ujung yang berbentuk lancip, dan dilengkapi tombol pengatur suhu ukuran tinggi rendahnya panas yang dihasilkan untuk membuat kawat timah mencair agar dapat melepaskan atau menyatukan kaki-kaki komponen pada papan PCB. Suhu panasnya yang terlalu berlebihan dapat merusak komponen atau menyebabkan komponen lain ikut terlepas. Solder pula digunakan untuk upaya alternatif jumper dengan menghubungkan kabel kecil pada hubungan yang putus pada papan PCB agar yang retak atau terputus agar dapat tersambung kembali.


solder-plastik_LRG-400x192


Cara menggunakan Solder

1. Berikut ini adalah cara memegang solder yang baik.

solder+1



2. Langkah selanjutnya adalah dengan menancapkan mata atau ujung solder ke komponen pada papan PCB.

Solder+2

3. Kalau mata solder sudah ditancapkan, selanjutnya adalah lelehkan kawat atau tinol dengan cara tempelkan kawat ke mata solder.

solder+3


4. Kemudian perlahan lepas kawat dan juga soldernya seperti contoh pada gambar dibawah ini.

solder+4
5. Jangan lupa bersihkan solder Anda setelah digunakan.

solder+5

Desoldering merupakan proses kebalikan soldering. Desoldering adalah proses pelepasan kaki komponen dari papan PCB. Untuk melepas kaki komponen ini, kalian memerlukan peralatan tambahan yaitu alat penyedot timah/pompa solder (atraktor). Proses desoldering dilakukan jika ada salah satu komponen peralatan elektronik mengalami kerusakan dan mesti dilakukan penggantian dengan komponen yang baru. Pada proses desoldering, langkah-langkah yang harus kalian lakukan adalah sebagai berikut:

a.    Pastikan komponen mana yang akan diganti dan tentukan posisi komponen pada rangkaian.

b.    Panaskan timah yang menempel pada kaki komponen yang akan kalian lepas.

c.    Setelah timahnya mencair, tempelkan atraktor pada ujung komponen dan tekan knop atraktor untuk menarik timah masuk ke dalam tabung atraktor.

d.    Lepas komponen dari PCB dan pasangkan komponen yang baru. Lakukan penyolderan kembali pada PCB seperti proses yang telah diuraikan terdahulu.